Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Respon Puji Terkait Kendala PAUD di Kota Samarinda
    Advertorial

    Respon Puji Terkait Kendala PAUD di Kota Samarinda

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJanuari 30, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (SL/HN)

    Halonusantara.id, Samarinda  – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan argumen perihal tantangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    Ungkapnya, yang menjadi tantangan ialah minimnya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri. Lembaga pendidikan prasekolah yang ada sebagian dikelola oleh Rukun Tetangga (RT) dan beberapa dikelola oleh pihak swasta.

    Anggota Dewan tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi ini belum sesuai dengan dua Peraturan WaliKota (Perwali) Samarinda yang mewajibkan jenjang PAUD sebelum masuk SD.

    “PAUD negeri baru ada 12, dan kami rencanakan bertambah jadi 13 di Loa Janan Ilir. Namun, PAUD swasta juga memerlukan perhatian, terutama soal izin, kondisi bangunan, hingga kesejahteraan guru,” ungkap Puji.

    Lebih lanjut, Puji juga menyoroti standar pendidikan guru PAUD yang kini diwajibkan menyelesaikan pendidikan Strata 1, hal ini menyebabkan berkurangnya kuantitas guru PAUD yang lolos kualifikasi untuk mengajar, sebab masih banyak guru PAUD yang belum memenuhi standar tersebut.

    “Kita harus berjuang agar ada program peningkatan kualitas guru dan insentif bagi mereka,” jelasnya.

    Ia juga menyoroti kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal ini mencakup, biaya yang tinggi guna pengadaan seragam sekolah dan peralatan belajar yang menjadi kendala bagi orang tua/wali murid.

    “Harapannya, ke depan pemerintah bisa memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk PAUD swasta, sehingga meringankan beban orang tua,” tuturnya.

    Puji menyebut bahwa pendidikan anak usia dini seharusnya terintegrasi dengan layanan kesehatan, seperti imunisasi dan pemeriksaan mental.

    Tak hanya itu, Puji juga menyoroti pentingnya implementasi aturan gender di berbagai lini kehidupan.

    “Sudah saatnya perempuan masuk ke bidang-bidang yang dulu dianggap milik laki-laki saja, seperti menjadi sopir atau pekerja distribusi. Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kesempatan,” tutupnya. (SL/Adv/DPRDKotaSamarinda)

    Dprd Samarinda Halonusantara.id Kalimantan Timur Kota Samarinda Sri puji astuti
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,494 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.