Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Wakil Ketua III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Faridah, kembali menegaskan peran strategis wakil rakyat sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya mengenai penyerapan aspirasi warga bukan hanya soal pencatatan semata, melainkan soal keberanian dalam mengeksekusi apa yang sudah dijanjikan kepada konsituennya.
Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan bahwa wilayah seperti Tenggarong Seberang, Subulu, dan Muara Kaman adalah kawasan prioritas Dapilnya yang harus terus didorong pemerataannya agar tidak tertinggal dari wilayah lain.
“Untuk ke depannya insyaallah masih sama, tidak ada yang terabaikan. Masyarakat di sini, khususnya Tenggarong Seberang, Subulu, dan Muara Kaman, sudah dekat dengan saya dan mereka sudah tahu. Jadi, jika ada masalah, mereka langsung menyampaikan keluhan-keluhan mereka,” ujar Aini, pada Jumat (9/5/2025).
Dalam kunjungan reses beberapa waktu lalu di desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang. Aini menerangkan bahwa keberlanjutan komunikasi adalah syarat utama agar proses pembangunan tidak putus di tengah jalan. Dan berbagai aspirasi masyarakat bisa masuk kapan saja, tidak terbatas pada forum resmi seperti musrenbang atau Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Setiap mereka ada masalah atau aspirasi yang ingin disampaikan, mereka menyampaikannya langsung kepada saya. Kami selalu responsif, bahkan setelah laporan masuk, kami segera turun ke lapangan untuk melakukan sidak,” terangnya.
Saat dikonfirmasi media ini, perihal realisasi aspirasinya. Aini mengonfirmasi telah menerima 11 usulan dari Desa Embalut. Beberapa di antaranya sudah terealisasi, termasuk bantuan untuk kelompok pemuda perikanan dan pembangunan gorong-gorong. Ia juga berkomitmen menyanggupi usulan pembangunan masjid, yang kini dalam tahap tinjauan lapangan.
“Ketika ada usulan masuk dan itu mengenai kepentingan hajat orang banyak, kami selalu mengecek turun ke lapangan apakah benar dan sesuai dengan apa yang diusulkan,” tegasnya.
Bagi Aini, reses bukanlah rutinitas seremonial, melainkan forum nyata untuk mendengar, menanggapi, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan rakyat. Ia memastikan pendekatan responsif akan terus menjadi gaya kerjanya di legislatif.
“Harapan saya, kita terus menjalin komunikasi dan silaturahmi. Jika ada masalah atau program apa pun, kami siap untuk menyampaikan dan memperjuangkannya, baik di Tenggarong Seberang, Subulu, maupun Muara Kaman,” tandasnya. (Hf/Adv)

