Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Farida, menyoroti kondisi infrastruktur pertanian yang semakin memprihatinkan saat musim hujan.
Dia yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kukar, menyampaikan bahwa curah hujan tinggi telah memperparah kerusakan jalan-jalan pertanian di berbagai wilayah.
“Memang, musim hujan ini membawa tantangan. Salah satunya kondisi jalan pertanian yang banyak rusak. Saya sudah mengusulkan aspirasi dan minta anggaran dari APBD, tapi realisasinya masih belum maksimal,” ujar Farida, Kamis (15/5/2025).
Farida menegaskan bahwa belum ada pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah pertanian.
Menurutnya, semua kelurahan seharusnya mendapat perhatian yang sama karena kerusakan jalan berdampak langsung pada produktivitas petani.
“Kalau jalan rusak, hasil panen seperti buah sawit tidak bisa keluar. Akibatnya busuk, dan kalau terlalu lama timbangannya menyusut. Itu yang sangat merugikan petani,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur melalui jalur legislatif.
Farida menyebut, pembangunan jalan pertanian, perikanan, dan infrastruktur lainnya merupakan bagian dari janji politik yang harus direalisasikan.
“Insya Allah saya akan terus perjuangkan. Harapannya, jangan hanya fokus di wilayah tertentu, tapi benar-benar ada pemerataan di seluruh titik kecamatan,” pungkasnya. (Hf/Adv)

