Halonusantara.id, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa sektor pertanian akan menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan provinsi selama masa kepemimpinannya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Kaltim dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada sektor komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit.
“Pemerintah provinsi akan menyiapkan lahan pertanian minimal seluas 25 ribu hektare, dengan syarat lahan tersebut memiliki akses air yang memadai. Kami juga akan memastikan kawasan itu tidak dapat dialihfungsikan,” ujar Rudy Mas’ud, Minggu (18/5/25).
Pemprov berkomitmen untuk memastikan seluruh lahan yang disiapkan benar-benar produktif dan sesuai dengan kebutuhan pertanian.
Selain mempertimbangkan ketersediaan air, Rudy menegaskan bahwa lahan-lahan tersebut akan ditetapkan secara legal agar tidak mengalami konversi fungsi di masa depan.
Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi yang mandiri secara pangan. Namun, tantangan seperti keterbatasan lahan subur, perubahan iklim, serta rendahnya penggunaan teknologi modern dalam praktik pertanian, masih menjadi hambatan yang harus diatasi.
Dalam menyikapi hal tersebut, Rudy menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan penggunaan teknologi pertanian yang mutakhir.
Ia menyebut bahwa pertanian tidak bisa lagi dijalankan dengan cara-cara konvensional, mengingat tuntutan zaman yang kian kompleks.
“Pertanian harus menjadi tumpuan masa depan. Kita tidak boleh terus bergantung pada kelapa sawit atau batu bara. Kemandirian pangan hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif dan sinergi seluruh elemen,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengajak berbagai pihak mulai dari institusi TNI-Polri, DPRD, hingga pemerintah kabupaten dan kota untuk bersatu mendukung agenda penguatan pertanian ini.
Rudy juga menyerukan kepada kelompok tani di seluruh wilayah Kaltim untuk mulai menyiapkan lahan pertanian yang dapat digarap secara intensif.
“Pemprov Kaltim juga tengah mempersiapkan distribusi bantuan dari Kementerian Pertanian, berupa alat dan teknologi pertanian modern, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani secara signifikan,” terangnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat sistem ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan bahan pangan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Kalimantan Timur diharapkan menjadi salah satu contoh provinsi yang mampu bertransformasi dari ketergantungan sumber daya alam ke kemandirian pangan berbasis pertanian berkelanjutan. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

