Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menekankan pentingnya pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) secara menyeluruh agar tidak hanya menjadi dokumen formal semata.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna ke-11 DPRD Kukar, yang digelar di ruang sidang utama, Kamis (19/6/2025).
Dalam sambutannya, Ahmad Yani mengungkapkan bahwa DPRD Kukar telah menghasilkan lebih dari 200 Perda. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya implementasi di lapangan.
“Kita sudah membuat ratusan Perda. Tapi sayangnya, banyak yang belum dijalankan maksimal. Ini yang harus menjadi koreksi bersama,” ujarnya.
Ia menyebut tingkat pelaksanaan Perda di Kukar saat ini masih berada pada kisaran 30 hingga 50 persen. Menurutnya, hal ini bukan semata-mata tanggung jawab eksekutif, tetapi juga legislatif, serta seluruh elemen pemerintahan daerah.
Ahmad Yani juga menyoroti Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sudah disahkan sebagai landasan penting dalam pembangunan Kukar. Ia menekankan, seluruh pihak harus komitmen menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten.
“RTRW sudah kita sepakati bersama. Sekarang tinggal bagaimana kita jalankan dengan serius agar pembangunan Kukar tidak melenceng dari arah perencanaan,” katanya.
Tak hanya RTRW, ia juga menggarisbawahi Perda RPJMD sebagai pedoman pembangunan jangka menengah daerah. Ahmad Yani berharap program-program daerah bisa berjalan secara berkesinambungan menuju visi Kukar Idaman.
Lebih lanjut, ia mengajak Bupati Kukar dan seluruh jajaran eksekutif untuk memperkuat kolaborasi dengan DPRD dalam memastikan seluruh regulasi dan program dapat berjalan optimal.
“Kukar harus kita bawa bersama ke arah yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih damai,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Yani juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan sektor pariwisata Kukar. Menurutnya, kawasan sungai dan perkampungan yang ada harus mulai dibenahi secara estetika dan fungsi.
Salah satu gagasan yang ia dorong yakni terkait penataan kawasan bantaran sungai. Ia berharap, pola pembangunan ke depan dapat mengubah orientasi rumah-rumah warga agar menghadap sungai, bukan lagi membelakangi.
“Ini mimpi bersama. Kita ingin Kukar menjadi daerah wisata yang tertata, berwajah ramah, dan menarik. Insyaallah, kalau semua pihak komit, Kukar akan menjadi tempat yang nyaman dan membanggakan,” tutup Yani. (Hf/Adv)

