Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan tujuh desa baru di Kukar yang saat ini tengah dibahas dalam Panitia Khusus (Pansus) DPRD bersama pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa pemekaran wilayah ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh pembangunan secara optimal.
Dalam pernyataannya, Ahmad Yani mengakui bahwa pembentukan desa baru akan membawa konsekuensi terhadap beban fiskal dan administratif pemerintah daerah. Namun, menurutnya, hal itu adalah bagian dari tanggung jawab dalam upaya menciptakan pemerataan pembangunan.
“Kita juga paham bahwa pembentukan desa baru pasti akan menambah beban daerah. Tapi beban itu, pada intinya, adalah bagian dari upaya menyejahterakan rakyat,” ujar Yani.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah wilayah yang selama ini terkesan tertinggal dan tidak berkembang, melalui proses pemekaran dan peningkatan status dari desa persiapan menjadi desa definitif, akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan akses pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik.
“Desa yang sebelumnya dianggap tersisih, dengan menjadi desa definitif, akan sangat terbantu. Dari situ, ekonomi bisa berkembang, infrastruktur akan hadir, dan manfaatnya tentu akan dirasakan oleh banyak orang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yani menegaskan bahwa DPRD Kukar berkomitmen untuk mengawal seluruh proses pembentukan desa baru tersebut hingga rampung. Ia menyebut pihaknya siap mendukung kerja-kerja Pansus agar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bisa berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama.
“Kami dari DPRD akan mengawasi langsung kerja-kerja pansus, membantu agar prosesnya tidak terlalu lama, sehingga bisa segera menjadi raperda dan disahkan menjadi perda,” tegasnya.
Ia juga berharap bahwa desa-desa yang akan terbentuk nantinya tidak hanya menjadi entitas administratif semata, tetapi mampu berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan produktif.
“Harapannya, desa-desa yang dibentuk ini benar-benar bisa menjadi desa andalan di masa mendatang,” pungkasnya. (Hf/Adv)

