Halonusantara.id, Samarinda – Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sektor pertambangan dan migas dinilai terlalu berisiko di tengah ketidakpastian pasar global. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan perlunya terobosan dalam membangun struktur ekonomi daerah yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Ia menilai, dinamika geopolitik dan perubahan permintaan dari negara besar seperti Tiongkok telah membuat penerimaan daerah dari komoditas menjadi sangat fluktuatif. Hal ini, menurutnya, tak bisa terus menjadi andalan utama.
“Ketika harga batubara jatuh karena permintaan dari China menurun, APBD kita bisa terguncang. Ketergantungan semacam ini harus menjadi alarm,” ujar Rudy, Senin (14/7/25).
Selama ini, sebagian besar pendapatan Kaltim bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang berasal dari sektor sumber daya alam, khususnya batu bara dan migas. Namun Rudy menilai struktur fiskal semacam itu tidak sehat dalam jangka panjang.
“Sudah saatnya kita keluar dari zona nyaman DBH. Kita harus berpikir ke depan, membangun ekonomi yang tidak tergantung pada satu sektor saja,” katanya.
Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk mulai memetakan potensi ekonomi baru yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Potensi seperti sektor pertanian, perkebunan, industri kreatif, hingga pariwisata dinilai masih terbuka luas untuk dikembangkan.
Menurut Rudy, transformasi ekonomi Kaltim juga harus diikuti oleh optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Perusahaan daerah bisa menjadi tulang punggung penerimaan asli daerah jika dikelola secara profesional dan efisien.
“Perusda kita harus dikelola dengan semangat bisnis yang sehat, bukan hanya sebagai formalitas,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, turut menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM dalam menopang kemandirian ekonomi daerah. Ia menyebut bahwa pelaku usaha mikro harus didorong agar mampu naik kelas dan bersaing.
Sri juga menyinggung momen strategis seperti pertemuan nasional Ketua TP PKK dan Dekranasda se-Indonesia yang digelar di Kaltim sebagai sarana mempromosikan sektor kreatif daerah.
“Ini adalah peluang besar. Pelaku UMKM bisa mendapatkan inspirasi, relasi, bahkan pasar baru dari pertemuan semacam ini,” ungkap Sri.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltim mendukung penuh kegiatan tersebut, sekaligus berharap kehadiran tamu dari berbagai provinsi akan membawa dampak positif bagi pergerakan ekonomi lokal.
“Kami ingin Kaltim dikenang sebagai tuan rumah yang hangat dan berkelas. Ini juga bagian dari membangun citra positif daerah,” pungkasnya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

