Halonusantara.id, Samarinda – Sebanyak 290 pecatur dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) berpartisipasi dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur 2025, yang menjadi ajang untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat dan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 serta Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON).
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Kaltim Akhmed Reza Fachlevi di Samarinda, Senin, menyatakan Kejurprov ini merupakan momentum penting untuk silaturahim sekaligus memberikan jam terbang bagi para atlet muda.
“Kejurprov ini menjadi ajang agar atlet-atlet muda kita mendapatkan jam terbang. Ke depan kita fokus untuk persiapan Pra-PON, PON, dan juga Porprov pada 2026 mendatang,” ujarnya.
Reza menekankan bahwa proses seleksi dalam kejuaraan ini dilakukan secara terbuka dan transparan. Ia memastikan tidak ada intervensi atau “atlet titipan” dari pengurus kabupaten/kota maupun provinsi, sehingga semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya.
Menurutnya, antusiasme peserta sangat luar biasa, yang menandakan gairah olahraga catur di Kaltim terus berkembang. Kejurprov mempertandingkan tiga nomor, yakni catur cepat, kilat, dan standar, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Harapan kami, Kaltim tidak hanya mengandalkan beberapa nama yang sudah berprestasi di kancah internasional seperti Chelsie Monica atau Evi Ziela tetapi akan muncul lebih banyak lagi bibit-bibit baru yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Reza.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, menegaskan bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada cabang olahraga catur untuk menyumbangkan prestasi dan medali bagi daerah.
“Peningkatan prestasi olahraga bukti nyatanya adalah medali. Pemerintah telah memberikan dukungan pembinaan, dan sasarannya harus jelas, berapa emas yang bisa diraih,” tegas Agus.
Ia meminta Pengprov Percasi Kaltim untuk menyusun peta jalan (road map) pembinaan yang jelas dan terukur dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov).
Menurutnya, investasi yang telah dikeluarkan melalui pembinaan dan penyelenggaraan kejuaraan harus memiliki target capaian yang konkret.
“Rakerprov harus menghasilkan rekomendasi dan target yang disepakati bersama. Investasi pada kader-kader muda hari ini adalah untuk menuai prestasi di masa depan,” tambahnya.
Agus juga mengapresiasi komitmen Pengprov Percasi Kaltim di bawah kepemimpinan Akhmed Reza Fachlevi yang dinilai aktif menggelar berbagai kejuaraan, sebagai langkah nyata dalam membina mentalitas dan daya saing atlet catur di Benua Etam.(Sf/Adv/DISPORAKALTIM)

