Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Pelantikan pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis bidan dalam sistem layanan kesehatan daerah. Lebih dari sekadar acara seremonial, pelantikan ini membuka ruang diskusi mengenai kesejahteraan tenaga medis, terutama para bidan yang berperan langsung di lini terdepan pelayanan masyarakat.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menekankan pentingnya kontribusi para bidan dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat, seperti angka kematian ibu dan bayi serta kasus stunting yang masih menjadi tantangan di Kukar. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri pelantikan pengurus IBI Kukar, Minggu (22/6/2025).
“Peran bidan sebagai tenaga medis sangat sentral, oleh karena itu pemerintah kabupaten harus memperhatikan dan mensejahterakan bidan-bidan kita,” ujarnya.
Menurut Yani, peningkatan kesejahteraan para bidan menjadi kunci untuk mendorong optimalisasi kinerja mereka. Dengan dukungan yang memadai, para bidan diyakini dapat bekerja lebih maksimal dan memberikan pelayanan terbaik tanpa terbebani persoalan kesejahteraan.
Ia juga memberikan apresiasi atas kiprah IBI Kukar yang selama ini aktif mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan di berbagai wilayah. Yani berharap, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi profesi kesehatan seperti IBI terus ditingkatkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Pentingnya kolaborasi ini bukan hanya demi peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial masyarakat. Karena kesehatan adalah bagian dari pembangunan kualitas hidup,” tegasnya.
Ahmad Yani menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintah daerah semakin serius memberi perhatian pada tenaga medis, khususnya bidan, agar mereka terus termotivasi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menyeluruh. (Hf/Adv)

