Halonusantara.id, Samarinda – Fenomena membludaknya pendaftar di sejumlah sekolah saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah yang dianggap favorit dinilai masih menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Kota Tepian.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi mengenai mekanisme penerimaan murid baru, mulai dari sistem zonasi, kapasitas sekolah, hingga program pemerataan mutu pendidikan. Namun, preferensi orang tua terhadap sekolah tertentu masih sangat kuat.
“Sebagian orang tua memang sudah memiliki sekolah pilihan untuk anaknya. Karena itu, meskipun sosialisasi sudah dilakukan, minat pada sekolah tertentu tetap tinggi,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Menurut Sri Puji, keputusan memilih sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lokasi tempat tinggal. Banyak orang tua dan calon peserta didik tetap menentukan sekolah berdasarkan reputasi, kualitas yang dipersepsikan lebih baik, maupun keinginan untuk bersekolah bersama teman sebaya.
“Ada juga yang tetap memilih sekolah tertentu karena faktor lingkungan pertemanan, meskipun lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh satuan pendidikan. Berbagai langkah dilakukan, di antaranya peningkatan kompetensi guru, pemerataan distribusi tenaga pendidik, serta penguatan sarana dan prasarana agar seluruh sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Meski demikian, membangun kepercayaan masyarakat terhadap semua sekolah tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Menurutnya, sekolah-sekolah yang baru beroperasi masih membutuhkan waktu untuk memperoleh tingkat kepercayaan yang sama seperti sekolah yang telah lama berdiri.
“Masih ada anggapan bahwa sekolah yang sudah lama berdiri lebih unggul. Padahal sekolah baru juga terus didorong untuk memiliki kualitas yang setara,” tuturnya.
Sri Puji juga menilai pertumbuhan penduduk di sejumlah kawasan yang tidak sepenuhnya diikuti penambahan satuan pendidikan menjadi tantangan lain dalam proses penerimaan murid baru setiap tahun.
Ia berharap masyarakat mulai melihat seluruh sekolah sebagai pilihan yang sama baiknya sehingga pemerataan pendidikan dapat berjalan lebih optimal. Dengan dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di setiap sekolah, konsentrasi pendaftar di sekolah-sekolah tertentu diharapkan dapat berkurang pada pelaksanaan SPMB di tahun-tahun mendatang. (Eby/Adv)

