Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempercepat pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) untuk meningkatkan penerangan di sejumlah ruas jalan kabupaten.
Sekitar 4.000 titik LPJU disiapkan untuk dipasang secara bertahap di wilayah hulu, tengah hingga pesisir Kukar. Ruas jalan dengan aktivitas lalu lintas tinggi menjadi salah satu prioritas dalam pengerjaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi mengatakan, pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
“Ini kurang lebih sekitar 4.000 titik, itu dari hulu, tengah maupun di wilayah pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan,” ujar Ahmad Junaidi di Tenggarong, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, pemasangan tidak dilakukan secara serentak di seluruh titik. Pemerintah terlebih dahulu menyasar ruas yang dinilai membutuhkan penerangan dan memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi.
Sejumlah lokasi prioritas berada di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Muara Badak dan Anggana.
Di Samboja, salah satu pemasangan berada di akses menuju Pantai Ambalat. Sementara di Muara Jawa, pekerjaan mencakup ruas di Kelurahan Tama Pole dan Muara Kembang.
Adapun di Muara Badak, pemasangan antara lain dilakukan di kawasan Kutai Lama. Sejumlah ruas jalan kabupaten di Kecamatan Anggana juga masuk dalam pekerjaan.
“Di jalan kabupaten seperti di Kecamatan Samboja itu jalan menuju ke Pantai Ambalat. Kemudian seperti di Muara Jawa itu di Kelurahan Tama Pole, Muara Kembang, kemudian di Muara Badak itu di Kutai Lama, itu di Anggana, jalan-jalan kabupaten terutama yang cukup padat lintasnya itu yang kita prioritaskan,” katanya.
Ahmad mengatakan progres pemasangan saat ini telah mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Pekerjaan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penggalian, pembangunan fondasi, pemasangan tiang hingga penarikan kabel dan pemasangan perangkat LPJU.
“Jadi kalau pekerjaan itu kan yang pertama penggalian lubang, kemudian pasang fondasi, kemudian pasang tiang, tarik kabel, kemudian kilometer dan sebagainya,” jelasnya.
Dishub Kukar menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai masa kontrak pada akhir Oktober 2026. LPJU yang telah selesai dipasang ditargetkan dapat langsung difungsikan.
“Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala insya Allah, mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujarnya.
Ahmad menambahkan kebutuhan anggaran pemasangan berbeda di setiap lokasi. Besarannya menyesuaikan panjang ruas, jumlah titik dan kondisi lapangan. (HB/ADV)

