Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diperkirakan menciptakan perputaran uang hingga Rp1,8 miliar.
Potensi tersebut berasal dari aktivitas belanja sekitar 1.516 kafilah yang diperkirakan berada di Kukar selama 12 hari, mulai 3 hingga 12 Desember 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan perhitungan tersebut menggunakan asumsi setiap peserta membelanjakan uang sekitar Rp100 ribu per hari selama berada di Kukar.
“Kalau diasumsikan jumlah kafilah dan ofisial kurang lebih 1.516 orang, kemudian setiap orang belanja katakanlah Rp100 ribu sehari, dikalikan 12 hari,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Sunggono, angka tersebut merupakan gambaran awal potensi transaksi yang dapat terjadi selama penyelenggaraan MTQH. Nilainya berpeluang lebih besar apabila memperhitungkan kedatangan pengunjung dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan.
Peluang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal, terutama sektor perhotelan, rumah makan, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk mendukung hal itu, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata guna memastikan kesiapan penggiat wisata dan pelaku usaha dalam menyambut kedatangan para tamu.
Sunggono mengatakan pembinaan terhadap berbagai unsur pariwisata perlu terus ditingkatkan agar momentum kegiatan berskala provinsi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Dengan kapasitas yang lebih baik, potensi wisata dan peluang ekonomi yang dimiliki Kukar diharapkan dapat dikelola secara optimal.
“Yang mungkin jadi PR ke depan adalah bagaimana itu bisa lebih ditingkatkan. Karena memang sumber daya teman-teman di Dispar memang harus kita lebih dorong supaya mereka bisa lebih optimal,” jelasnya.
Selain menghadirkan kafilah dari berbagai kabupaten/kota, rangkaian MTQH juga akan diisi Pawai Ta’aruf dan pameran UMKM. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang transaksi bagi produk lokal.
Sunggono berharap penyelenggaraan MTQH tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). (HB/ADV)

