Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Disketapang Kukar Kembangkan Sorgum dan Jelai dari Budidaya hingga Pemasaran
    Advertorial

    Disketapang Kukar Kembangkan Sorgum dan Jelai dari Budidaya hingga Pemasaran

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraNovember 5, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Kepala Disketapang Kukar, Ananias. (HALONUSANTARA/HB)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendorong pengembangan sorgum dan jelai sebagai komoditas pangan alternatif. Selain memperluas pilihan sumber pangan masyarakat, kedua komoditas tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi petani dan pelaku ekonomi lokal.

    Pengembangan ini menjadi bagian dari program diversifikasi pangan melalui gerakan Stop Boros Pangan, Kenyang Tidak Harus Nasi yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar.

    Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan pengembangan pangan lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada beras sebagai sumber makanan pokok.

    Menurutnya, Kukar memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan yang dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah.

    “Kalau kita ingin mandiri pangan, kita tidak boleh hanya bergantung pada beras. Kita harus melakukan penganekaragaman pangan, salah satunya dengan memberdayakan pangan lokal,” ujar Ananias, Kamis (5/11/2026).

    Sorgum dan jelai menjadi dua komoditas yang masuk dalam rencana pengembangan pemerintah daerah. Jelai merupakan pangan yang telah dikenal sebagian masyarakat Dayak sejak dahulu, sedangkan sorgum dinilai memiliki peluang untuk dibudidayakan karena kondisi tanah dan iklim Kukar dianggap mendukung.

    Disketapang Kukar telah memasukkan pengembangan kedua komoditas tersebut dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.

    Ananias menjelaskan, pengembangan tidak hanya difokuskan pada kegiatan penanaman. Pemerintah juga merancang proses lanjutan mulai dari panen, pengemasan hingga pemasaran agar hasil pertanian memiliki nilai tambah.

    “Di dua KPT itu nanti kami juga akan melakukan proses dari budidaya sampai panen, pengemasan, dan pemasaran untuk pangan lokal berupa sorgum dan jelai,” ujarnya.

    Melalui pola tersebut, petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang terlibat dalam rantai pengolahan dan pemasaran produk pangan lokal.

    Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat agar semakin mengenal sumber pangan selain beras.

    Ananias menilai diversifikasi pangan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan daerah. (HB/ADV)

    DISKOMINFO KUKAR Halonusantara.id kukar Kutai Kartanegara Pemkab Kukar
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    DP3A Kukar Ingatkan Pentingnya Kesiapan Mental dalam Pernikahan Usia Dini

    November 5, 2026

    Sembilan Bus Sekolah Tersebar di Kukar, Dishub Bidik Wilayah Sulit Akses

    November 5, 2026

    Gelar MTQH Kaltim, Kukar Manfaatkan Momentum Dongkrak Pariwisata dan PAD

    November 3, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    Penguatan Peran Penghubung Komisi Yudisial Jadi Kunci Menjaga Integritas Hakim

    September 17, 20262,014 Views

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,912 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,135 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.