Halonusantara.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun soroti persoalan peluang besar pemuda memiliki penghasilan dengan cara menggeluti dunia pertanian.
Kendati demikian, Samsun mengatakan bahwa sementara ini produktivitas pertanian sedikit menurun lantaran masih digeluti oleh kalangan tua.
“Keadaan petani semakin tua dan produktif nya juga semakin berkurang karena masih di dominasi oleh kalangan tua,” ungkapnya pada Jumat (31/3/23).
Sehingga upaya yang dilakukan itu menurut Samsun tidak bisa memaksa pemuda untuk bertani, akan tetapi perlu melakukan peningkatan daya saingnya.
“Mau gak mau ya kita harus meningkatkan daya saingnya dan daya tariknya dengan cara kita berikan support stimulan agar produktifitas terus berkembang,” jelasnya.
Sehingga pertanian itu layak digeluti pemuda, karena sejauh ini pemuda Kaltim lebih jauh tertariknya pada sektor tambang karena dianggap lebih pasti.
“Coba saja kalau kita panen padi atau tanaman kita satu hektar satu bulannya sudah satu juta saya yakin itu lebih menarik tanpa harus kita paksa pemuda kita akan menggeluti pertanian,” terangnya.
Oleh sebab itu, solusinya harus tingkatan produksi dengan cara mekanisasi pertanian.
“Kalau sudah satu bulan hanya bisa setengah hektar tapi kalau dengan mekanisme yang baik bisa 2 hari saja bisa satu hektar tembus,” tuturnya.
Sebab demikian Samsun mengakui perlu percepat seperti itu harus dilakukan. Kalau masa tumbuh tanaman kan realtif jadi sulit untuk dipercepat panennya.
“Kalau di percepat gak bisa jadi hanya luasannya saja yang kita tambah. Luasan harus ada dan tenaga harus tercukupi, kalau ga itu mau gak mau harus di mekanisme,” pungkasnya.(HN/Adv/ML)

