Halonusantara.id, Samarinda – Pilpres di Indonesia selama ini belum menghadirkan anak muda usia 30-an sebagai pemimpin bangsa. Duet ini tentu menjadi pusat perhatian. Bukan karena pendukungnya tapi belia usia kandidat menjadi daya tarik tua Muda. Nah. Interval usia pasangan bisa menjadi instrumen menarik dan baru. Sekaligus kita akan melihat sejauh mana anak muda bisa update dan tidak bisa diremehkan untuk kontribusinya membangun bangsa besar.
Bangsa ini pernah punya Soekarno Hatta. Pemimpin usia 44 tahun. Setelah itu. Leadership bangsa mandek di usia 45, 50 dan 60 bahkan 70an
Merujuk model pendidikan yang dibangun dalam kurikulum penuh kompetisi. Indonesia ini sudah layak melahirkan anak muda usia pimpin bangsa. Paling tidak usia 30an level kenegaraan sudah bisa dimulai.
Dulu ada profesor usia 27an tahun dan jadi staff ahli presiden RI. Maka jika. karir itu terus. Bukan tak mungkin usia 30an sudah complicted paham masalah kebangsaan.
Amerika pernah punya presiden usia 37 Tahun. Bill Clinton pada saat usia Amerika sebagai negara demokrasi sudah 250an tahun. Maka bangsa ini layak untuk bangkit lagi setelah 115 tahun bung Tomo menjadi “Wistle Blower” atau pencetus bagi pemuda Indonesia di usia 22an tahun. Sangat muda belia saat itu.
Anak muda. Memang harus dikasih kesempatan.Generasi 90-an layak diberikan tempat.Anak milenial. Harus didorong memimpin.Tak salah jika Prabowo-Gibran jadi alternatif.Partainya Muhaimin. Pasti mau. Asalkan ada kecocokan komposisi dan tasnya berisi.(HN/EB)

