Halonusantara.id, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyebutkan jika kebakaran hebat yang terjadi pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bukit Pinang bisa jadi karena lambat pemindahan TPA.
Walau demikian, ia mengaku mengapresiasi kepada terhadap siapapun yang telah berusaha menangani kebakaran di TPA Bukit Pinang.
Beberapa hari pascakebakaran hebat di TPA Bukit Pinang, alias Gunung Sampah di Jalan Suryanata, Samarinda. Pada Minggu, 24 September kemarin.
“sampai sekarang api masih belum juga berhasil dipadamkan,” jelasnya, Kamis (28/9/2023).
Hingga saat ini api kecil masih terus bermunculan dari berbagai titik ada juga yang bersumber dari bagian bawah tumpukan sampah. Karena penanganannya sulit, bisa sampai seminggu.
Petugas masih terus bekerja bahkan akan bekerja 24 jam selama seminggu ke depan. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyebut kalau penanganan kebakaran Gunung Sampah ini memang sulit. Bahkan kemungkinan padamnya kecil.
“Ditambah El Nino. Ya kita tidak bisa menyalahkan bahwa ada seseorang yang membakar. Tapi sebenarnya di bawah itu sudah membara, derajatnya (kepanasan) itu sudah sampai tinggi, tapi tidak bentuk api.” Bebernya.
Selain itu, Angkasa menilai Pemkot terbilang lamban dalam pengelolaan sampah. Pasalnya, TPA Bukit Pinang ini merupakan tumpukan sampah yang dikumpulkan sejak puluhan tahun lalu. Mestinya, pemindahan sampah ini dilakukan sejak dulu.
“Seharusnya sebelum terlambat sudah dipikirkan. Wacana pemindahan TPA kan sudah lama, udah kita kasih rekomendasi segera ditutup. Bosan kita dengan TPA Bukit Pinang. Tapi alasan pemindahan juga banyak,” ucapnya.
Sehingga ia berharap kebakaran yang terjadi di TPA Bukit Pinang bisa segera berakhir, dirinya juga menyematkan terimakasih kepada setiap masyarakat ataupun instansi yang terlibat langsung pada proses pemadaman.
“Saya berharap masalah itu bisa segera selesai, dan saya sangat berterimakasih kepada mereka yang berusaha memadamkan TPA Bukit Pinang,” tutupnya.(HN/Adv/Eby)

