Halonusantara.id, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan mengungkapkan bahwa saat ini Kalimantan Timur sedang menghadapi tantangan ekonomi yang jauh lebih kompleks dari beberapa tahun sebelumnya.
Ia menilai, turunnya harga batu bara yang disertai kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah menjadi faktor utama yang memberi tekanan pada struktur fiskal Kalimantan Timur.
“Persoalannya bukan hanya soal komoditas yang turun. Ada tekanan makro yang memaksa daerah menata ulang strategi ekonomi secara menyeluruh,” ujarnya.
Firnadi menegaskan sudah saatnya sektor non-komoditas ditempatkan sebagai fondasi utama dalam penguatan ekonomi di Kalimantan Timur.
Menurutnya, penyesuaian tersebut penting dilakukan agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak lagi bergantung pada sektor komoditas.
“Yang kita butuhkan bukan sekadar menambah sektor baru, tetapi memastikan setiap sektor benar-benar memberi nilai tambah. Dari situlah daya tahan ekonomi daerah terbentuk,” jelasnya.
Firnadi juga mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi akan sulit terwujud apabila Kalimantan Timur terus bergantung pada komoditas mentah yang rentan terhadap fluktuasi pasar global.
Oleh karena itu, ia mendorong percepatan transformasi rantai nilai, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki potensi ekspor berkelanjutan, sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. (Ngl/Adv/DPRDKaltim)

