Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Menuju 2027 Bebas Malaria, Kaltim Perkuat Penanganan di Wilayah Rawan
    Advertorial

    Menuju 2027 Bebas Malaria, Kaltim Perkuat Penanganan di Wilayah Rawan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 17, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin. (Na)

    Halonusantara.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memacu langkah menuju eliminasi malaria secara menyeluruh pada 2027.

    Dari sepuluh kabupaten/kota yang ada di Kaltim, enam di antaranya telah dinyatakan bebas dari penyakit menular tersebut. Sementara empat wilayah lainnya, yakni Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Kutai Timur, dan Berau, masih menghadapi tantangan serius dalam upaya penanggulangan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyebutkan bahwa tingkat Annual Parasite Incidence (API) di Kaltim masih berada di atas batas eliminasi yang ditetapkan nasional, yakni di bawah 1 persen.

    “Saat ini, API kita masih berkisar di angka 5 persen. Ini berarti masih jauh dari ambang eliminasi malaria. Kami terus bekerja keras untuk menurunkannya,” kata dr. Jaya saat ditemui pada Selasa (17/6/2025).

    Menurutnya, PPU dan Paser menjadi dua wilayah yang menunjukkan tingkat kasus tertinggi. Kedua daerah tersebut diketahui memiliki area hutan cukup luas, yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Anopheles, vektor utama penularan malaria.

    “Beberapa titik paling rawan berada di kawasan Sepaku, Sotek, dan Muara Samu. Ketika masyarakat memasuki hutan dan kembali tanpa proteksi yang memadai, risiko tertular parasit malaria menjadi sangat tinggi,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari upaya pengendalian, Dinas Kesehatan Kaltim telah membentuk pos pemantauan di sejumlah akses keluar-masuk kawasan hutan.

    Setiap orang yang melintas akan menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksi kemungkinan membawa parasit malaria.

    Selain itu, langkah strategis lainnya mencakup distribusi kelambu anti-nyamuk, penyemprotan insektisida, peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi, serta penguatan layanan kesehatan di wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah endemik.

    Pemprov Kaltim menyatakan tetap optimistis target eliminasi bisa dicapai sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah kabupaten/kota, serta keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan.

    “Dengan sinergi yang terjaga dan intervensi yang tepat sasaran, kami yakin Kaltim dapat sepenuhnya terbebas dari malaria sebelum 2027,” pungkasnya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

    DISKOMINFO KALTIM Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,901 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,492 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.