Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Program Kementan RI, Untuk Para millenial Yang Tertarik Pada Dunia Pertanian, Begini Harapan Selamet
    Advertorial

    Program Kementan RI, Untuk Para millenial Yang Tertarik Pada Dunia Pertanian, Begini Harapan Selamet

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraNovember 22, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota DPRD Kaltim, Selamet Ari Wibowo. (Foto : Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Selamet Ari mengungkapkan dukungannya terhadap program Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yakni insentif bagi para millenial yang siap bertambah.

    Salah satu program Kementan-RI yakni program gaji bagi para millenial yang tertarik dengan dunia pertanian. Tidak tanggung-tanggung, dilansir dari Ayo Bandung.com, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menawarkan besaran gaji minimal Rp 10 Juta per bulan.

    Merespon hal tersebut, Selamet sapaan akrabnya menyatakan dukungannya pada program tersebut, meskipun masih perlu menela’ah dalam.penerapannya ke riap daerah. Terutama di Kaltim.

    “Saya mendukung upaya ini jika memang bisa mendongkrak ketahanan pangan kita. Namun, perlu diketahui bahwa belum banyak presiden yang berani melakukan reformasi pangan karena risiko besar yang ada,” ungkap Selamet.

    Selamet menilai, negara rentan mengalami kekacauan apabila terjadi kelangkaan pangan, sehingga pemerintah sering memilih mengimpor untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.

    Dirinya juga mengusulkan bahwa ketergantungan pada impor bisa dikurangi jika pemerintah berani membiarkan harga pangan domestik naik sementara.

    “Jika harga gabah atau komoditas pangan naik, masyarakat akan semakin tertarik untuk bertani. Awalnya harga tinggi, tapi setelah banyak orang bertani, lama-lama harga akan turun secara alami dan kita bisa mencapai surplus,” terangnya.

    Lebih lanjut kata Selamet, langkah ini dapat memicu ketahanan pangan yang lebih mandiri. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam mengambil langkah ini, yang tentunya resiko yang akan ditanggung adalah urusan perut masyarakat.

    “Kalau kita berani mengencangkan ikat pinggang sejenak dan mengurangi impor, kita bisa mulai membangun sektor pangan yang kuat dan mandiri. Tapi, memang perlu keberanian pemerintah untuk melangkah ke arah ini,” pungkasnya. (Him/Adv/DPRDKaltim)

    Halonusantara.jd
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Pemkab Ingin Erau Tak Berhenti di Kukar, Generasi Muda Diminta Jadi Pewaris

    September 21, 2026

    Erau 2026 Dimulai, Kukar Perkuat Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata

    September 21, 2026

    Antisipasi Kekosongan Jabatan, Pemkab Kukar Kebut Pemetaan Pegawai

    September 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    Penguatan Peran Penghubung Komisi Yudisial Jadi Kunci Menjaga Integritas Hakim

    September 17, 20262,010 Views

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,909 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,135 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.