Halonusantara.id, Samarinda – Program kerja 100 hari pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur mendapatkan sorotan positif dari DPRD. Namun, sejumlah catatan penting turut disampaikan demi memastikan program tersebut memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyampaikan apresiasinya terhadap arah kebijakan awal yang dinilai sudah menunjukkan keberpihakan kepada rakyat, khususnya dalam mengurangi tingkat pengangguran.
“Program-program yang disampaikan cukup menjanjikan dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kita tentu berharap seluruh visi dan misi pasangan pemimpin daerah ini bisa berjalan maksimal,” kata Damayanti.
Meskipun memberi dukungan, Damayanti juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, fokus pada pencapaian teknis atau kuantitas program tidak boleh mengesampingkan dampak yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
“Kita jangan sampai hanya mengejar jumlah program, sementara kualitas dan dampaknya diabaikan. Program yang baik harus memberikan manfaat konkret,” ujarnya.
Dalam konteks ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menerapkan strategi jangka panjang yang bukan hanya mengandalkan pelatihan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Pengangguran struktural tidak bisa diselesaikan hanya dengan pelatihan. Harus ada penciptaan lapangan kerja riil dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang tepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Damayanti menyarankan agar dilakukan evaluasi secara berkala terhadap program-program yang telah dijalankan. Hal ini dinilai penting agar pelaksanaannya tetap relevan dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
“Konsistensi dan kualitas harus menjadi kunci agar masyarakat benar-benar merasakan dampak dari setiap kebijakan,” tukasnya.
Dengan evaluasi dan penyesuaian yang berkelanjutan, diharapkan seluruh program unggulan Pemprov Kaltim dapat menjadi solusi nyata dan berkelanjutan bagi berbagai persoalan sosial, khususnya dalam menekan angka pengangguran. (Eby/Adv)

