Halonusantara.id, Samarinda – Kualitas proyek infrastruktur kembali disorot DPRD Kalimantan Timur menyusul rusaknya Jalan Tembus Sambutan–Merdeka hanya dalam waktu tiga bulan setelah diresmikan. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital warga itu kini malah menimbulkan kekhawatiran publik.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyebut kerusakan dini ini sebagai sinyal kuat bahwa sistem pengawasan dan pelaksanaan proyek masih bermasalah. Ia menuding lemahnya kontrol kualitas selama proses konstruksi sebagai penyebab utama kegagalan fungsi infrastruktur tersebut.
“Ini bukan sekadar retak atau lubang kecil. Jika proyek baru langsung rusak, jelas ada yang tidak sesuai standar—apakah itu dari bahan, metode pengerjaan, atau minimnya kontrol teknis dari pemerintah,” tegas politisi PKS itu.
Subandi juga mengingatkan bahwa proyek tersebut kemungkinan masih berada dalam masa pemeliharaan yang wajib ditanggung oleh kontraktor. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Samarinda tidak gegabah menggunakan kembali dana publik untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
“Kita ingin penegasan soal siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai kerugian negara berulang karena kelalaian yang dibiarkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi bahaya yang lebih besar di sekitar jalur tersebut, khususnya ancaman longsor akibat struktur tanah yang labil dan sistem drainase yang buruk. Menurutnya, perbaikan tak bisa hanya sebatas menambal kerusakan, melainkan harus melalui evaluasi menyeluruh terhadap desain hingga pelaksanaan.
“Ini soal keselamatan warga. Kalau hanya sekadar tambal sulam, artinya kita membiarkan potensi bencana terus mengintai,” ujar Subandi.
Sebagai solusi jangka panjang, ia mendesak Pemkot dan instansi terkait agar memperkuat sistem pengawasan sejak awal proyek dimulai dan tidak ragu memberikan sanksi kepada rekanan yang tidak profesional. (Eby/Adv)

