Halonusantara.id, Samarinda – Di tengah sorotan terhadap mutu pendidikan di daerah, SMAN 10 Samarinda tampil sebagai model sekolah transformasi yang berani melangkah lebih maju dari sekadar rutinitas belajar mengajar.
Melalui program “Sekolah Garuda Transformasi”, sekolah ini menghadirkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan kompetensi global abad ke-21, menjadikannya panutan inovasi di Kalimantan Timur.
Inisiatif ini menarik perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Ristekdikti bersama Komisi X DPR RI dan Komisi IV DPRD Kaltim. Salah satu anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa SMAN 10 telah membuktikan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari daerah, selama ada kepemimpinan yang kuat, dukungan tenaga pendidik, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
“Transformasi ini tidak berhenti pada kurikulum. Ini soal bagaimana seluruh ekosistem pendidikan bekerja selaras. SMAN 10 membuktikan bahwa inovasi tidak menunggu komando dari pusat,” ujar Agusriansyah.
Ia menilai pendekatan yang dilakukan sekolah ini sangat relevan, terutama karena menggabungkan literasi digital, kepemimpinan pelajar, serta pembelajaran berbasis nilai Pancasila. Agusriansyah juga mendorong agar sekolah-sekolah lain di Kaltim mengambil pelajaran dari praktik baik ini, dengan dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah daerah.
Salah satu bentuk dukungan yang diusulkan adalah penguatan program seperti Gratispol, guna memastikan pendidikan bermutu dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pelajar dari keluarga prasejahtera.
“Sekolah seperti SMAN 10 menjadi bukti bahwa kemajuan pendidikan bukan soal lokasi, tapi soal visi dan keberpihakan. Ini saatnya replikasi, bukan sekadar apresiasi,” tutup Agusriansyah. (Eby/Adv)

