Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya untuk memperkuat komitmen dalam penyediaan pendidikan dasar gratis bagi masyarakat.
Hal ini dianggap penting demi memastikan keberlanjutan layanan pendidikan tanpa biaya dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menjamin akses pendidikan dasar, sejalan dengan amanat nasional dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menekankan kewajiban negara dalam membiayai pendidikan tingkat SD dan SMP.
“Pendidikan dasar adalah tanggung jawab daerah. Sudah ada landasan hukumnya, tinggal bagaimana kepala daerah menyelaraskan kebijakannya agar selaras dengan arah nasional,” ujar Seno, Senin (28/7/2025).
Seno menyoroti pentingnya koordinasi lintas pemerintahan dalam penyelenggaraan pendidikan gratis. Pemprov Kaltim sendiri telah menjalankan program pembiayaan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
Namun, ia mengingatkan, upaya itu akan timpang jika kabupaten dan kota tidak mengisi bagian paling mendasarnya: jenjang SD dan SMP.
Menurutnya, sinkronisasi ini bukan hanya soal regulasi, tapi menyangkut visi bersama untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang merata di seluruh daerah, terutama menjelang target besar Indonesia Emas 2045.
“Kalau daerah tidak ikut ambil bagian di pendidikan dasar, program di tingkat atas akan berat jalannya. Harus dari bawah dulu pondasinya,” tegasnya.
Dalam konteks ini, Seno mendorong agar visi nasional terkait pendidikan dapat diimplementasikan dalam bentuk nyata di daerah.
Ia menyebutkan bahwa program pendidikan gratis merupakan bagian dari komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang tercantum dalam delapan program prioritas nasional (Asta Cita).
“Sudah ada arahan jelas dari pusat. Maka kabupaten dan kota tidak boleh pasif. Justru mereka yang jadi ujung tombak pelaksanaannya,” kata Seno.
Ia juga menggarisbawahi bahwa program seperti pengadaan seragam sekolah gratis yang telah dimulai di tingkat SMA oleh Pemprov harus menjadi inspirasi daerah dalam mempersiapkan dukungan serupa untuk siswa SD dan SMP.
Seno Aji meyakini bahwa keberhasilan pembangunan sektor pendidikan bergantung pada kemampuan pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak bersama. Tanpa keterpaduan, menurutnya, visi besar pembangunan manusia akan berjalan lambat dan tidak merata.
“Jika kita semua konsisten dan bergerak searah, maka masyarakat akan benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan pendidikan gratis ini. Tidak lagi ada anak yang tertinggal hanya karena faktor biaya,” tutupnya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

