Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Sekolah Rakyat Dinilai Salah Sasaran, DPRD Kaltim Desak Evaluasi Lokasi Pembangunan
    Advertorial

    Sekolah Rakyat Dinilai Salah Sasaran, DPRD Kaltim Desak Evaluasi Lokasi Pembangunan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 9, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur menuai kritik tajam dari DPRD setempat. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menilai penempatan proyek ini telah melenceng dari tujuan awalnya yang menyasar kelompok masyarakat prasejahtera.

    Menurutnya, program yang seharusnya membantu masyarakat di wilayah terpencil justru lebih banyak terealisasi di daerah perkotaan.

    Ia menilai, pembangunan Sekolah Rakyat di kota-kota besar seperti Samarinda, Tenggarong, Penajam, dan Tanjung Redeb tidak merepresentasikan semangat pemerataan pendidikan.

    “Kalau konsep awalnya untuk menjangkau mereka yang kesulitan mengakses sekolah, kenapa malah dibangun di pusat kota yang sudah penuh fasilitas?” kritiknya.

    Sebagai anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin menegaskan perlunya pedoman teknis yang tegas dan transparan dalam menentukan lokasi pembangunan sekolah. Tanpa itu, ia khawatir Sekolah Rakyat hanya menjadi proyek simbolis tanpa dampak nyata bagi warga di pelosok.

    Ia juga menyoroti minimnya peran legislatif dalam penyusunan kebijakan teknis program tersebut. Menurutnya, pelibatan DPRD sangat penting agar kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan.

    “Kami tidak menolak gagasan pusat. Tapi daerah harus diberi ruang untuk menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi lokal,” tegas politisi asal Kutai Kartanegara itu.

    Baharuddin bahkan mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan petunjuk teknis yang mencakup indikator kebutuhan wilayah, agar proyek ini tidak terjebak pada pendekatan administratif semata.

    Ia mengingatkan bahwa nama “Sekolah Rakyat” bukan sekadar label. “Jangan sampai sekolah ini hanya ganti nama dari sekolah formal biasa. Harus hadir di tempat yang betul-betul kekurangan akses pendidikan,” ucapnya.

    Baharuddin berharap evaluasi segera dilakukan, agar program Sekolah Rakyat kembali berpijak pada semangat pemerataan pendidikan. Ia menegaskan, pembangunan yang bermakna adalah yang menjangkau mereka yang selama ini tertinggal, bukan yang sekadar memperbanyak bangunan di pusat kota. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    DPRD Samarinda Soroti Peredaran Narkoba di Gang Langgar, Minta Pemberantasan Dilakukan Menyeluruh

    Mei 18, 2026

    Relokasi Pergudangan ke Palaran Dinilai Jadi Solusi Kemacetan Samarinda

    Mei 12, 2026

    DPRD Samarinda Minta Polemik Izin Gereja Toraja Diselesaikan Secara Bijak

    Mei 11, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,907 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.