Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Sarkowi Soroti Minimnya Pendampingan Mental di Rumah Sakit Usai Insiden Pasien Gantung Diri
    Advertorial

    Sarkowi Soroti Minimnya Pendampingan Mental di Rumah Sakit Usai Insiden Pasien Gantung Diri

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 9, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda — Tragedi meninggalnya seorang pasien lanjut usia dengan cara bunuh diri di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) kembali menggugah kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan mental di fasilitas medis. Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius atas masih lemahnya sistem pendampingan psikologis di rumah sakit.

    Pasien berinisial US (68), yang selama ini dirawat karena gagal ginjal kronis, ditemukan dalam kondisi tergantung di ruang rawat Angsoka, Minggu sore, 6 Juli 2025. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus mendorong sorotan tajam terhadap aspek pendukung nonmedis di rumah sakit.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyatakan keprihatinannya dan menilai bahwa insiden tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kembali pola layanan bagi pasien yang mengalami tekanan psikologis akibat penyakit kronis.

    “Pasien yang sudah lama berjuang melawan penyakit kronis tentu menghadapi tekanan psikologis yang tidak ringan. Jika itu tidak diantisipasi, risiko keputusasaan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa keberadaan tenaga psikolog di rumah sakit seharusnya menjadi layanan utama, bukan pelengkap. Menurutnya, selama ini pendekatan terhadap pasien masih terlalu fokus pada pengobatan fisik tanpa mempertimbangkan kondisi mental mereka.

    “Semua pasien memang mendapat perawatan, tapi pendekatannya masih terlalu medis. Pasien dengan depresi berat butuh perhatian berbeda. Harus ada screening khusus dan pendataan psikologis,” tegasnya.

    Tak hanya berdampak pada korban, Sarkowi mengingatkan bahwa insiden semacam ini bisa menimbulkan efek domino secara psikologis terhadap pasien lain, terutama yang memiliki kondisi kesehatan serupa.

    “Ini bukan sekadar insiden. Ada risiko psikologis kolektif yang perlu kita cegah. Karena itu, kehadiran psikolog bisa menjadi penyelamat dalam arti yang sesungguhnya,” ujarnya.

    DPRD Kaltim, kata dia, siap mengalokasikan anggaran khusus untuk menghadirkan layanan psikologis yang profesional di setiap rumah sakit daerah. Bahkan ia mengusulkan kerja sama lintas sektor dengan fakultas psikologi dari universitas agar pendampingan mental bisa lebih terstruktur dan akademis.

    “Kalau butuh dukungan anggaran, kami di DPRD siap mendukung. Psikolog itu bukan pelengkap, tapi penyelamat. Mereka punya pendekatan yang tidak bisa diberikan oleh dokter umum,” tambahnya.

    Ia juga mendorong agar layanan psikologi masuk dalam skema program sosial seperti Jospol, agar lebih terintegrasi dalam sistem perlindungan dasar masyarakat.

    “Selama ini yang sering kita lihat hanya pengobatan fisik. Tapi penyakit mental, kalau tidak diobati, bisa lebih mematikan. Jadi, sekarang saatnya kita serius menempatkan psikolog di setiap rumah sakit,” pungkasnya. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,494 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.