Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Wakil Ketua III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Faridah, menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata sebagai alternatif ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kukar 2025–2029 di ruang rapat Banmus DPRD Kukar, Senin (4/8/2025).
Menurut Aini, Kutai Kartanegara memiliki potensi pariwisata yang tak kalah dari daerah lain di Indonesia, termasuk Bali. Ia menilai kekayaan budaya lokal, khususnya tradisi masyarakat adat, merupakan aset penting yang perlu dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Kita memiliki potensi besar, terutama dari sisi budaya masyarakat yang khas dan berbeda dengan daerah lain. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya.
Ia mencontohkan wilayah seperti Lekaq Kidau yang masih mempertahankan kearifan lokal masyarakat Dayak dan memiliki panorama wisata yang alami. Menurutnya, wilayah-wilayah seperti ini sangat potensial dikembangkan menjadi desa wisata.
“Kalau kita serius mengembangkan dan mempromosikan daerah-daerah itu sebagai desa wisata, Insya Allah bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Aini.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, seperti tambang batu bara, tidak bisa menjadi fondasi ekonomi jangka panjang. Jika SDA habis, kata Aini, maka generasi mendatang berisiko kehilangan sumber kesejahteraan.
“Kalau kita hanya mengandalkan tambang, ke depan anak cucu kita bisa miskin karena kekayaannya sudah habis. Tapi kalau kita galakkan sektor seperti pariwisata, pertanian, dan perikanan, itu bisa bertahan dan diwariskan,” tegasnya.
Aini berharap pemerintah daerah dapat menjadikan sektor pariwisata sebagai bagian dari program prioritas dalam RPJMD 2025–2029. (Hf/Adv)

