Halonusantara.id, KUKAR – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Partai Golkar, HM Jamhari, menyoroti efektivitas sejumlah program bantuan dalam Kukar Idaman yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dalam rapat pembahasan awal bersama Pemerintah Kabupaten Kukar, Jamhari menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapangan.
“Banyak anggaran sudah dikucurkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Namun kenyataannya, masih banyak bantuan yang tidak tepat sasaran,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan yang kerap terjadi adalah bantuan alat pertanian dan perikanan, seperti mesin dan perahu, yang justru dijual kembali oleh penerima. Kondisi ini, menurutnya, menandakan lemahnya proses verifikasi dan ketidaksesuaian bantuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Jamhari menilai, bantuan yang tidak tepat sasaran bukan hanya mengurangi efektivitas program, tetapi juga berpotensi menjadi pemborosan anggaran daerah. “Jika terus dibiarkan, pola ini tidak akan memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut mencerminkan perlunya pembenahan sistem pendataan dan penentuan penerima manfaat agar tepat guna.
Dalam pandangannya, keberhasilan program pembangunan tidak semata diukur dari penyerapan anggaran, tetapi dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
“Program yang berjalan baik adalah yang menyentuh kebutuhan riil, bisa dimanfaatkan, dan mendorong produktivitas penerima,” tambahnya. (Hf/Adv)

