Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Andi Saharuddin Dorong Perluasan Pembayaran Digital di Pasar Tradisional Samarinda
    Advertorial

    Andi Saharuddin Dorong Perluasan Pembayaran Digital di Pasar Tradisional Samarinda

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 26, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Wakil Ketua Komisi II, H. Andi Saharuddin. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mendorong agar pemanfaatan teknologi pembayaran digital semakin diperluas, terutama di pasar tradisional dan sektor usaha mikro. Wakil Ketua Komisi II, H. Andi Saharuddin, menekankan bahwa penggunaan transaksi nontunai kini sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

    Menurutnya, penerapan sistem pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan langkah maju dalam modernisasi ekonomi daerah. Melalui satu kode QR, pedagang dan pembeli dapat bertransaksi lintas aplikasi dompet digital maupun mobile banking tanpa kerepotan membawa uang tunai.

    “Pembayaran digital ini mempermudah semua pihak. Tidak perlu lagi uang kembalian, pencatatan transaksi lebih jelas, dan pembeli merasa lebih aman,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (26/8/2025).

    Meski begitu, Andi menilai tingkat adopsi QRIS di Samarinda belum sepenuhnya merata. Sejumlah pedagang pasar masih bergantung pada transaksi tunai karena faktor kebiasaan, minim sosialisasi, maupun keterbatasan pemahaman terhadap sistem digital.

    “Sebagian besar pedagang kita sebenarnya sudah punya rekening bank. Tapi karena belum terbiasa, mereka tetap memilih uang tunai,” jelasnya.

    Ia menekankan perlunya peran aktif pemerintah dan perbankan dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan. Dengan pendampingan yang intensif, para pelaku usaha kecil akan lebih percaya diri memanfaatkan sistem digital.

    “Kalau pemerintah dan pihak bank hadir mendampingi pedagang, mereka akan lebih percaya diri menggunakan sistem digital,” tegasnya.

    Lebih jauh, Andi menyebut bahwa penerapan QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan serta mempercepat terciptanya ekosistem ekonomi modern. Catatan digital yang terekam otomatis akan membantu pedagang mengatur arus keuangan secara lebih rapi.

    Ia optimistis, adopsi QRIS secara masif akan membuat perekonomian Samarinda semakin transparan, efisien, dan ramah teknologi. “Ini bukan hanya tren, tapi kebutuhan agar ekonomi kota lebih maju dan inklusif,” pungkasnya.

    Dengan dukungan kebijakan, pendampingan, dan edukasi yang konsisten, Samarinda berpeluang menjadi contoh kota yang berhasil mengintegrasikan sistem pembayaran digital di semua lapisan usaha. (Eby/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    DPRD Samarinda Soroti Peredaran Narkoba di Gang Langgar, Minta Pemberantasan Dilakukan Menyeluruh

    Mei 18, 2026

    Relokasi Pergudangan ke Palaran Dinilai Jadi Solusi Kemacetan Samarinda

    Mei 12, 2026

    DPRD Samarinda Minta Polemik Izin Gereja Toraja Diselesaikan Secara Bijak

    Mei 11, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,907 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,498 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.