Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda Soroti Krisis Guru, Kekurangan Tenaga Pendidik Diprediksi Terus Bertambah
    Advertorial

    DPRD Samarinda Soroti Krisis Guru, Kekurangan Tenaga Pendidik Diprediksi Terus Bertambah

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraMei 6, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menyoroti persoalan kekurangan tenaga pendidik yang dinilai mulai berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah negeri. Kondisi tersebut disebut perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kualitas pendidikan di daerah.

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, mengatakan jumlah guru di Samarinda terus berkurang seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun, sementara penambahan guru baru belum mampu memenuhi kebutuhan.

    “Di sekolah-sekolah, kekurangan guru sudah mulai terasa. Banyak guru harus menangani tugas tambahan karena jumlah tenaga pendidik belum mencukupi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

    Berdasarkan data yang dihimpun DPRD, Samarinda saat ini mengalami kekurangan lebih dari 500 guru di berbagai jenjang pendidikan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir 2026 apabila tidak ada langkah penanganan yang cepat.

    “Kalau kondisi ini terus berlanjut, jumlah kekurangan guru diperkirakan bisa mencapai sekitar 765 orang,” katanya.

    Novan menjelaskan salah satu faktor yang mempersulit pemenuhan kebutuhan guru adalah kebijakan pemerintah pusat yang membatasi perekrutan tenaga non-ASN atau honorer baru. Akibatnya, daerah kesulitan menutupi kekosongan ketika banyak guru pensiun dalam waktu bersamaan.

    “Kebijakan itu membuat daerah tidak leluasa menambah tenaga pengajar, padahal kebutuhan di lapangan cukup mendesak,” jelasnya.

    Ia menilai persoalan kekurangan guru tidak bisa dianggap sepele karena berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembelajaran dan pencapaian kurikulum di sekolah.

    Meski pemerintah telah membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), DPRD menilai jumlah formasi yang tersedia masih belum sebanding dengan kebutuhan tenaga pendidik di Samarinda.

    “Penambahan formasi tentu membantu, tetapi jumlahnya masih belum mampu menutup seluruh kekurangan yang ada,” ungkapnya.

    Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut, baik melalui kebijakan penganggaran maupun skema lain yang dapat memperkuat sektor pendidikan.

    “Kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Kalau tidak segera diantisipasi, beban dunia pendidikan akan semakin berat ke depannya,” pungkasnya. (Eby/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    DPRD Samarinda Soroti Peredaran Narkoba di Gang Langgar, Minta Pemberantasan Dilakukan Menyeluruh

    Mei 18, 2026

    Relokasi Pergudangan ke Palaran Dinilai Jadi Solusi Kemacetan Samarinda

    Mei 12, 2026

    DPRD Samarinda Minta Polemik Izin Gereja Toraja Diselesaikan Secara Bijak

    Mei 11, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,907 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,498 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.