Halonusantara.id, Samarinda– DPRD Kota Samarinda meminta persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah segera ditangani secara menyeluruh. Selain mendorong percepatan pemulihan pasokan energi, legislatif juga meminta PLN meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat agar dampak pemadaman dapat diminimalkan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai gangguan kelistrikan yang terjadi belakangan diduga berkaitan dengan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik yang belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya dirasakan di Kalimantan Timur, tetapi juga sempat menjadi perhatian di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Informasi yang beredar menyebutkan pasokan batu bara ke pembangkit mengalami kendala. Jika bahan bakar pembangkit berkurang, tentu kemampuan penyediaan listrik juga akan ikut terpengaruh,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki kewenangan yang terbatas dalam menyelesaikan persoalan tersebut karena pengelolaan sistem kelistrikan berada di bawah pemerintah pusat bersama PT PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Karena itu, Rohim berharap koordinasi antarlembaga dapat diperkuat agar distribusi batu bara ke pembangkit kembali normal dan pasokan listrik kepada masyarakat dapat terjaga.
Menurutnya, pemadaman listrik yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan usaha serta pelayanan publik yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Selain penyelesaian di sisi pasokan energi, DPRD juga meminta PLN memperbaiki pola komunikasi kepada masyarakat. Informasi mengenai jadwal pemadaman, lokasi terdampak, serta perkiraan durasi gangguan dinilai perlu disampaikan lebih awal agar warga dapat menyesuaikan aktivitasnya.
“Kalau memang pemadaman tidak bisa dihindari, masyarakat sebaiknya diberi informasi lebih cepat. Dengan begitu warga bisa mempersiapkan kegiatan mereka dan mengurangi dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Rohim menambahkan, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pelayanan publik. Kejelasan jadwal pemadaman akan membantu pelaku usaha, instansi, maupun masyarakat umum menyusun langkah antisipasi sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu secara signifikan.
DPRD Samarinda berharap persoalan kelistrikan segera mendapat solusi melalui penguatan pasokan energi di tingkat nasional. Di saat yang sama, peningkatan komunikasi dari PLN kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mengurangi dampak pemadaman yang masih terjadi. (Eby/Adv)

