Halonusantara. id, Kutai Kartanegara – Kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat, Kamis (17/9/2026).
Sebanyak sekitar 5.000 masker disiapkan untuk dibagikan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat.
Salah satunya di Lampu Merah Simpang 3 Kumala, Jalan K.H. Ahmad Muksin, Kelurahan Melayu, Tenggarong.
Petugas BPBD bersama sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan masker kepada pengendara yang melintas.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar, Sigit Imam Prasetyo, mengatakan pembagian masker dilakukan di empat titik, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, Simpang 3 Kumala dan Simpang 4 Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
“Pembagian masker hari ini kita ada empat titik mungkinan ya, ada di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, di Simpang 3 Kumala dengan Simpang 4 UNIKARTA,” kata Sigit.
Langkah tersebut dilakukan seiring memburuknya kualitas udara di Tenggarong.
Berdasarkan catatan BPBD Kukar, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 210,5 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
“Sekitar 210,5,” ujar Sigit singkat.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar.
Menurut Sigit, hujan yang sebelumnya turun justru dapat membuat asap semakin pekat karena memengaruhi kondisi di sekitar lokasi karhutla.
“Ini dampak akibat karhutla, kebakaran hutan kan karena kemarin ada hujan. Hujan jadi menimbulkan asap yang pekat,” tuturnya.
BPBD memperkirakan kabut asap masih dapat bertahan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada cuaca.
“Ini kemungkinan ya kita perkirakan ya dari saya itu mungkin sampai dua atau tiga hari. Kita lihat kondisinya kalau hujan lagi kemungkinan bisa cepat lah ini berkurang,” katanya.
Hingga Kamis, hujan belum kembali turun untuk membantu mengurangi kepadatan asap.
“Tapi karena kondisinya kan belum ada hujan yang turun,” sebutnya.
BPBD Kukar mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kabut asap masih pekat.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi buruk. (HB/ADV)

