Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong melalui program kewirausahaan dan olahraga.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dispora Kukar dan Lapas Kelas IIA Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan program ini bertujuan membangkitkan motivasi warga binaan agar memiliki keterampilan dan potensi yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.
Menurutnya, pembinaan kewirausahaan akan dilakukan melalui penguatan pengetahuan, motivasi, serta dukungan sarana sesuai kebutuhan. Dispora juga berupaya memastikan pembinaan tidak berhenti ketika warga binaan masih berada di dalam lapas.
“Harapan kami program ini bisa berjalan, tidak hanya program ini di dalam saja, tapi kita bisa terapkan pasca mereka,” ujar Aji Ali Husni.
Ia menjelaskan, pendampingan setelah warga binaan bebas menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha maupun bekerja di bidang kewirausahaan.
Selain kewirausahaan, Dispora Kukar juga memberikan pembinaan olahraga dengan menyesuaikan fasilitas yang tersedia di dalam lapas. Sejumlah cabang olahraga yang dibina di antaranya bola voli dan tenis meja.
Pelatih akan disiapkan Dispora Kukar dengan melibatkan pengurus cabang olahraga (cabor) untuk memberikan pendampingan sesuai jadwal dan kebutuhan pembinaan.
Aji Ali Husni menilai warga binaan tetap memiliki potensi untuk dikembangkan, baik sebagai atlet maupun pelaku usaha. Karena itu, program pembinaan diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan diri sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Harapan yang lain, mungkin kami bisa memberikan kontribusi kepada kawan-kawan, termasuk warga binaan yang memang domisilinya Kutai Kartanegara. Artinya kita tetap melakukan perlakuan yang sama,” katanya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat berjalan berkelanjutan sehingga warga binaan memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, membangun usaha, atau menekuni olahraga setelah menyelesaikan masa pembinaan. (HB/ADV)

