Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»14 dari 17 Desa Tertinggal Berada di Kubar dan Mahulu, Ekti Tagih Perhatian Serius Pemprov Kaltim
    Advertorial

    14 dari 17 Desa Tertinggal Berada di Kubar dan Mahulu, Ekti Tagih Perhatian Serius Pemprov Kaltim

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 26, 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota DPRD Kaltim dari Dapil Kubar dan Mahulu, Ekti Imanuel. (Foto: HaloNusantara.id/MF)

    Halonusantara.id, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), Ekti Imanuel meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memperhatikan pembangunan di desa tertinggal di wilayah Dapilnya.

    “Berdasarkan data terbaru bahwa 14 dari 17 desa di Kaltim didominasi dari desa- desa di Kabupaten Kubar dan Mahulu, sehingga ini menjadi perhatian saya untuk meminta kepada Pemprov Kaltim melakukan peningkatan alokasi anggaran pembangunan di wilayah tersebut,” papar Ekti saat diwawancarai awak media, Senin (26/6/2023).

    Ia menerangkan, peningkatan pembangunan di desa tertinggal harusnya mendapat perhatian utama dan serius dari Pemprov Kaltim, sebab melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kaltim cukup besar, seharusnya ada pemerataan pembangunan.

    Menurutnya, ada tiga hal yang harus ditingkatkan di desa yang berada di perbatasan atau pelosok, yakni ketersediaan pelayanan dasar berupa listrik, sarana air bersih dan akses jalan yang memadai.

    “Di daerah pedalaman Mahakam terutama akses jalan, listrik  dan air  bersih masih kurang atau tidak memadai, sehingga perlu ditingkatkan. Yang luar biasa lagi kondisi jalan di Kubar,  contohnya di Kecamatan Bongan,  tidak memiliki akses jalan darat, jadi masyarakat hanya biasa menyusuri sungai menggunakan perahu kecil (klotok),” ungkap Ekti.

    Terakhir, Ekti menambahkan di Kubar masih ada jalan yang non status seperti di Long Bagun, serta di Desa Bongan, sehingga akses jalannya masih bisa digarap, baik itu melalui anggaran APBN, APBD Provinsi Kaltim maupun APBD Kabupten. Ia berharap ini segera ada solusi penyelesaian dari Pemerintah. (MF/Adv/DPRDKaltim)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id Kalimantan Timur
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.