Halonusantara.id, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), Ekti Imanuel meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memperhatikan pembangunan di desa tertinggal di wilayah Dapilnya.
“Berdasarkan data terbaru bahwa 14 dari 17 desa di Kaltim didominasi dari desa- desa di Kabupaten Kubar dan Mahulu, sehingga ini menjadi perhatian saya untuk meminta kepada Pemprov Kaltim melakukan peningkatan alokasi anggaran pembangunan di wilayah tersebut,” papar Ekti saat diwawancarai awak media, Senin (26/6/2023).
Ia menerangkan, peningkatan pembangunan di desa tertinggal harusnya mendapat perhatian utama dan serius dari Pemprov Kaltim, sebab melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kaltim cukup besar, seharusnya ada pemerataan pembangunan.
Menurutnya, ada tiga hal yang harus ditingkatkan di desa yang berada di perbatasan atau pelosok, yakni ketersediaan pelayanan dasar berupa listrik, sarana air bersih dan akses jalan yang memadai.
“Di daerah pedalaman Mahakam terutama akses jalan, listrik dan air bersih masih kurang atau tidak memadai, sehingga perlu ditingkatkan. Yang luar biasa lagi kondisi jalan di Kubar, contohnya di Kecamatan Bongan, tidak memiliki akses jalan darat, jadi masyarakat hanya biasa menyusuri sungai menggunakan perahu kecil (klotok),” ungkap Ekti.
Terakhir, Ekti menambahkan di Kubar masih ada jalan yang non status seperti di Long Bagun, serta di Desa Bongan, sehingga akses jalannya masih bisa digarap, baik itu melalui anggaran APBN, APBD Provinsi Kaltim maupun APBD Kabupten. Ia berharap ini segera ada solusi penyelesaian dari Pemerintah. (MF/Adv/DPRDKaltim)

