Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam menghadirkan ruang-ruang publik yang representatif dan multifungsi, khususnya di wilayah Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten.
Ia menilai, pembangunan sejumlah fasilitas publik seperti Taman Kota Raja, Taman Titik Nol, Pujasera, dan Taman Tanjong merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana yang tidak hanya ramah bagi masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM dan komunitas seni untuk berkembang.
“Pembangunan ruang publik ini sudah sangat baik. Tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga mendukung perekonomian lokal dan memberikan ruang bagi pelaku seni,” ujar Rasid.
Meski demikian, politisi dari Partai Golkar ini mengingatkan bahwa pembangunan fisik hanyalah satu sisi dari keberhasilan. Menurutnya, keberlanjutan fungsi sosial dan ekonomi ruang publik sangat bergantung pada pengelolaan dan perawatan yang konsisten.
“Kalau tidak dirawat, ruang publik seperti Pujasera bisa kehilangan daya tariknya. Jadi saya harap pembangunan dan perawatannya harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola ruang publik dalam menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut agar manfaatnya tetap dapat dirasakan secara luas.
“Keberadaan ruang publik bukan hanya mempercantik kota, tapi juga menjadi penggerak ekonomi dan tempat tumbuhnya interaksi sosial. Maka keberlanjutannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Rasid berharap, ke depan seluruh pihak dapat lebih aktif terlibat dalam menjaga dan mengembangkan ruang publik yang telah dibangun, agar tetap menjadi aset bersama dan kebanggaan masyarakat Kukar.
“Mari kita jaga dan rawat bersama. Ruang publik yang nyaman dan hidup adalah cerminan kemajuan sebuah daerah,” tutupnya. (Hf/Adv)

