Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-7 tingkat Kecamatan Loa Kulu yang digelar Sabtu (28/6/2025). Selain kemeriahannya, Yani menyoroti sisi toleransi dan keberagaman yang ditunjukkan dalam ajang keagamaan tersebut.
Ia mengaku terkesan dengan keterlibatan umat non-Muslim dalam mendukung jalannya kegiatan MTQ. Bagi Yani, ini menjadi cerminan kolaborasi lintas iman yang sangat jarang terlihat di pelaksanaan kegiatan keagamaan serupa.
“Tadi juga ada hal menarik yang patut dicontoh, yakni bentuk toleransi yang ditunjukkan dalam MTQ ini. Disampaikan bahwa ada juga partisipasi dari non-Muslim dalam kegiatan ini. Ini luar biasa. Barangkali kejadian seperti ini jarang, bahkan mungkin belum ada, khususnya di Kutai Kartanegara, apalagi di Loa Kulu,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pengamanan kegiatan turut melibatkan individu yang mengenakan kostum adat Dayak, yang secara identitas diketahui beragama non-Muslim. Namun, mereka tetap berperan aktif dalam menyukseskan jalannya MTQ.
“Kita harapkan ini bisa terus dilanjutkan ke depannya. Tadi misalnya, pengawal-pengawal MTQ ada yang menggunakan kostum Dayak. Kita tahu mereka non-Muslim, tapi bisa ikut mengawal dan menyukseskan pelaksanaan MTQ ini,” katanya.
Yani menilai, praktik toleransi yang tercermin dalam MTQ Loa Kulu adalah bukti bahwa keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekuatan dalam membangun harmoni sosial.
“Ini adalah bentuk kolaborasi, toleransi, dan keberagaman yang luar biasa, yang diterapkan di Loa Kulu. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lainnya,” pungkasnya. (Hf/Adv)

