Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Akbar Haka Saputra, menegaskan dukungan yang ia terima selama ini bukan berasal dari mesin politik, melainkan dari jejaring pertemanan dan komunitas yang sudah lama dibangun.
“Kalau soal dukungan komunitas, kami bergerak dari kawan ke kawan. Modalnya pertemanan dan jejaring. Bahasa saya, ‘Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Kalau seniman mati, dia meninggalkan karya.’ Jadi kita harus berbuat sesuatu untuk Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Akbar Haka juga menyoroti tantangan ekonomi daerah, terutama menjelang perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian wilayahnya berada di Kukar.
Menurutnya, pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum ini agar Kukar tetap berdaya secara ekonomi.
“Kita tahu PAD terbesar Kukar selama ini berasal dari sektor minerba. Tapi tambang sedang menuju masa senja. Kalau kita tidak mempersiapkan ekonomi terbarukan dari sekarang, ada risiko besar kita tertinggal, bahkan APBD bisa turun drastis,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya membangun sumber ekonomi baru yang berkelanjutan sebagai strategi menghadapi transisi pasca-tambang.
“Tugas kita adalah mempersiapkan sumber ekonomi baru yang mampu menopang pembangunan jangka panjang,” tegasnya. (Hf/Adv)

