Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka, mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya mengalokasikan beasiswa untuk pendidikan formal, tetapi juga untuk sertifikasi profesi yang dibutuhkan di era kerja modern. Hal itu disampaikannya dalam rapat pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kukar 2025–2029 di ruang rapat Banmus DPRD Kukar, Senin (4/8/2025).
Akbar menilai, tren global menuntut angkatan kerja tidak hanya berbekal ijazah akademik, tetapi juga keahlian tersertifikasi. Ia mencontohkan pengalaman saat kunjungan ke Singapura dan Eropa, di mana profesi teknis seperti soundman, fotografer, dan videografer tidak bisa serta-merta bekerja tanpa sertifikat keahlian resmi.
“Saat kita membawa tim ke luar negeri, kita tidak bisa menggunakan soundman karena mereka minta sertifikasi. Dan itu mulai diterapkan juga di Indonesia, terutama di event-event besar,” ujar Akbar.
Menurutnya, biaya untuk mendapatkan sertifikasi internasional juga tidak murah. Untuk profesi seperti soundman, ia menyebut biaya per semester bisa mencapai Rp40 juta, seperti di Australia. Beban ini dianggap berat bagi banyak anak muda Kukar yang memiliki minat dan potensi di bidang kreatif.
“Maka dari itu, beasiswa pendidikan harus diarahkan juga ke profesi-profesi masa depan, bukan hanya untuk kampus konservatif. Dunia kerja sekarang butuh fotografer, barista, caster, editor video, atau praktisi AI yang bersertifikat,” tegasnya.
Lebih jauh, Akbar mengusulkan agar penerima beasiswa sertifikasi ini diwajibkan kembali dan mengabdi di Kukar setelah menuntaskan studinya, minimal selama tiga tahun.
“Kalau kita sudah keluarkan miliaran untuk pendidikan mereka, maka wajar kalau kita minta mereka kembali dan aktif membangun daerah. Ini bisa jadi akselerasi luar biasa untuk SDM Kukar,” ujarnya.
Ia berharap program beasiswa ke depan bisa lebih fleksibel, progresif, dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sertifikasi profesi, menurutnya, merupakan bentuk investasi langsung untuk masa depan generasi muda dan percepatan transformasi ekonomi Kukar. (Hf/Adv)

