Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»AKI Tinggi di Kukar, Salehuddin Desak Perbaikan Layanan Maternal
    Advertorial

    AKI Tinggi di Kukar, Salehuddin Desak Perbaikan Layanan Maternal

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 30, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin. (Eby)

    Halonusantara.id, Samarinda – Tingginya angka kematian ibu (AKI) di Kalimantan Timur selama Mei 2025 menjadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, tercatat 26 kasus kematian ibu, dengan Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai penyumbang tertinggi.

    Kukar dan Samarinda masing-masing mencatat enam kasus kematian ibu, diikuti Balikpapan dengan empat kasus, serta Kabupaten Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu yang masing-masing menyumbang dua kasus. Kondisi ini mencerminkan adanya tantangan besar dalam sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di daerah dengan jangkauan geografis luas.

    Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menyampaikan keprihatinan atas tingginya AKI di Kukar, daerah pemilihannya. Ia menilai bahwa luasnya wilayah dan banyaknya jumlah penduduk menjadi kendala tersendiri dalam menjangkau layanan kesehatan yang merata.

    “Kalau ditakar dari segi luas dan jumlah penduduk, Kukar memang yang terbesar di Kaltim. Namun tingginya angka kematian ibu di sana juga menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem layanan dan edukasi kesehatan,” jelasnya.

    Salehuddin mengungkapkan bahwa ketersediaan tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan di desa sebenarnya cukup, namun masih banyak warga yang tidak memanfaatkan layanan profesional tersebut. Ia mencontohkan kasus di Kecamatan Muara Kaman, di mana seorang ibu mengalami keguguran dan meninggal karena memilih melahirkan dengan bantuan dukun beranak, bukan tenaga medis resmi.

    “Kami temukan kasus di Muara Kaman, di mana ibu melahirkan tidak menggunakan tenaga kesehatan resmi padahal tersedia. Akibatnya, terjadi keguguran hingga kematian ibu. Ini sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan Kukar,” ungkapnya./

    Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antara Dinkes provinsi dan kabupaten/kota yang selama ini cenderung bersifat administratif. Menurutnya, diperlukan pendekatan strategis dan kolaboratif agar peran tenaga kesehatan bisa dimaksimalkan, terutama dalam mengedukasi masyarakat.

    “Ke depan, saya berharap ada sinergi yang lebih kuat antara Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten dalam memaksimalkan peran tenaga kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan maternal yang aman dan profesional,” tutupnya. (Eby/Adv)

    DISKOMINFO KALTIM Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.