Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Rencana pembangunan bioskop di Tenggarong yang tengah digodok Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan I Tenggarong, Annisa Mulia Utami, menyatakan bahwa kehadiran fasilitas hiburan modern dapat menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
Menurut Annisa, bioskop bukan hanya sarana hiburan semata, melainkan peluang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemberdayaan UMKM lokal.
“Saya mengapresiasi langkah Pemkab yang mulai memperhatikan aspek hiburan rakyat, tidak hanya membangun jalan dan fasilitas dasar. Ini bagian dari upaya menciptakan ruang sosial yang sehat dan produktif,” ujar Annisa.
Ia menilai, bioskop dapat menjadi magnet baru bagi keluarga, pelajar, dan generasi muda Tenggarong. Selain menciptakan ruang rekreasi yang representatif, pembangunan ini juga diyakini mampu membuka peluang usaha di sektor pendukung seperti kuliner, kerajinan, dan retail.
Dua titik yang telah disebut sebagai calon lokasi pembangunan bioskop dinilai strategis oleh Annisa. Pertama, di kawasan Terminal Pasar Tangga Arung, yang dirancang sebagai bangunan multifungsi dengan fasilitas parkir dan bioskop dalam satu struktur.
“Kelebihannya, lokasi ini terkoneksi langsung dengan Pasar Tangga Arung melalui Jembatan Penyeberangan Orang. Sinergi antara aktivitas perdagangan dan hiburan akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” jelasnya.
Kedua, kawasan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Pujasera Tenggarong, yang menurutnya berpotensi dikembangkan sebagai pusat kegiatan seni, kuliner, dan hiburan yang lebih terpadu.
“Dengan tambahan bioskop, kawasan Ekraf bisa hidup lebih dinamis. Aktivitas warga di akhir pekan akan meningkat, sekaligus menarik minat investor untuk mengembangkan potensi lokal,” tambah Annisa.
Politisi muda dari DPRD Kukar ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola bioskop dengan pelaku UMKM dan brand nasional. Ia mendorong agar area bioskop nantinya turut menyediakan ruang bagi usaha lokal, terutama di bagian foyer atau koridor akses utama.
“Kita bisa menghadirkan merek-merek nasional untuk menarik pengunjung, tapi UMKM tetap harus mendapat ruang. Jangan sampai pelaku usaha lokal hanya jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.
Terkait perencanaan proyek, Annisa menyatakan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara menyeluruh. Mulai dari studi kelayakan, perencanaan teknis, hingga penganggaran, akan dikawal agar berjalan transparan dan sesuai standar.
“Kami akan pastikan prosesnya akuntabel, agar pembangunan bioskop ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan bukan sekadar proyek pencitraan,” tandasnya. (Hf/Adv)

