Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Banjir Tiap Tahun, SugiyonoUsul Ganti Pengerukan Jadi Reboisasi
    Advertorial

    Banjir Tiap Tahun, SugiyonoUsul Ganti Pengerukan Jadi Reboisasi

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 7, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiyono. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda — Banjir kembali melanda wilayah hilir akibat meluapnya Sungai Mahakam, memantik perhatian serius DPRD Kalimantan Timur. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiyono, menilai solusi jangka panjang tidak bisa hanya mengandalkan pengerukan sungai, tanpa menangani kerusakan lingkungan di kawasan hulu.

    “Masalah utama bukan di sungainya, tapi di hulu yang kehilangan daya serap air. Kita terus keruk, tapi air dan lumpur akan tetap datang jika ekosistem di atas rusak,” ujar Sugiyono.

    Ia menyoroti kerusakan kawasan hulu Mahakam, termasuk wilayah Heart of Borneo, akibat penebangan liar dan alih fungsi lahan, yang memperparah erosi dan pendangkalan sungai.

    Sugiyono mencontohkan Teluk Kahabayi di sekitar Islamic Center yang kini mengalami pendangkalan ekstrem. Meski pengerukan tetap diperlukan, ia menekankan pentingnya reboisasi sebagai solusi jangka panjang.

    “Kalau bukit-bukit di hulu terus gundul, air akan turun membawa tanah. Sungai makin dangkal. Reboisasi adalah jalan satu-satunya untuk pemulihan berkelanjutan,” tegasnya.

    Ia menyebut banjir sebagai konsekuensi dari kerusakan sistemik Daerah Aliran Sungai (DAS), dan mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mengalihkan anggaran dari proyek pengerukan tahunan ke program konservasi hutan.

    “Investasi di hutan jauh lebih murah dan berdampak jangka panjang dibanding pengerukan yang terus diulang tiap tahun,” jelasnya.

    Sugiyono juga menyoroti lemahnya implementasi kebijakan perlindungan hutan. Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah.

    “Banjir ini bukan semata soal hujan, tapi akibat kerusakan alam yang kita buat sendiri. Saatnya kita berubah, memperbaiki dari hulu,” pungkasnya. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.