Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan Gerakan Etam Mengaji Al-Qur’an (GEMA) sebagai bagian dari pembentukan karakter aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Menurut Aulia, GEMA merupakan program yang telah berjalan cukup lama di Kukar dan perlu terus dikawal agar nilai-nilai keagamaan tetap menjadi bagian dari pembinaan karakter aparatur pemerintah.
“Ini harus kita kawal keberlangsungannya karena merupakan salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia usai pelantikan pejabat baru di Pendopo Odah Etam, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, pembinaan keagamaan bagi ASN sebelumnya juga diterapkan melalui sejumlah ketentuan yang disesuaikan dengan agama masing-masing.
Aulia mencontohkan, pada masa sebelumnya, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang akan mengambil atau memperpanjang surat keputusan (SK) dipersyaratkan mampu membaca Al-Qur’an bagi yang beragama Islam.
Sementara itu, pegawai beragama Kristen dan Katolik diminta mampu membaca kitab suci sesuai ketentuan yang berlaku saat itu.
“Dulu, kita ingat ketika PPPK akan mengambil atau memperpanjang SK, mereka disyaratkan harus bisa mengaji bagi yang beragama Islam. Bagi yang beragama Kristen dan Katolik, harus bisa membaca kitab suci. Begitu juga dengan hal-hal pokok dalam agama-agama lainnya sesuai dengan agama masing-masing,” katanya.
Aulia menilai, keberlanjutan program pembinaan yang telah dirintis pemimpin terdahulu merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah saat ini. Karena itu, program yang dinilai membawa manfaat bagi pembentukan karakter ASN perlu dijaga kesinambungannya.
“Ini merupakan tanggung jawab kita yang melanjutkan kepemimpinan untuk menjaga keberlangsungan hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Melalui keberlanjutan GEMA, Pemkab Kukar diharapkan dapat mempertahankan pembinaan keagamaan di lingkungan ASN sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan watak aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan. (HB/ADV)

