Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Damayanti Soroti Tingginya Pernikahan Anak di Kaltim, Minta KPAD Lebih Aktif
    Advertorial

    Damayanti Soroti Tingginya Pernikahan Anak di Kaltim, Minta KPAD Lebih Aktif

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 21, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Lonjakan kasus pernikahan anak di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2025 memicu keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. Ia menilai kurangnya edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja menjadi pemicu utama maraknya pernikahan usia dini di daerah ini.

    Data dari Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim mencatat, hingga pertengahan 2025, terdapat 288 kasus pernikahan anak di bawah usia 19 tahun. Kota Balikpapan menjadi wilayah penyumbang kasus tertinggi.

    Damayanti menekankan pentingnya pemahaman tentang fungsi dan tanggung jawab reproduksi sejak usia sekolah agar generasi muda tidak mengambil keputusan yang berisiko.

    “Banyak dari mereka belum siap secara mental maupun fisik, sehingga berisiko tinggi mengalami KDRT, stunting, hingga putus sekolah,” sebutnya.

    Ia juga menilai keberadaan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) belum menunjukkan kinerja yang optimal dalam mengatasi persoalan anak, meskipun telah menerima alokasi anggaran tahunan sebesar Rp 400 juta.

    “Kalau kita lihat di lapangan, yang bergerak cepat justru tim seperti TRC PPA yang dipimpin Bu Rina Zainum. Sementara KPAD sendiri terkesan pasif. Ini tentu jadi pertanyaan besar bagi kami,” tuturnya.

    Menurutnya, KPAD tidak bisa hanya menjadi lembaga formal tanpa inovasi nyata. Ia menekankan perlunya langkah-langkah progresif yang terukur untuk menjawab kompleksitas permasalahan anak masa kini.

    Lebih jauh, Damayanti mendorong agar KPAD segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja internal, membangun kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

    “Anggaran besar harus diiringi dengan gerak nyata dan strategi yang tepat sasaran,” urainya.

    Sebagai solusi, ia mengusulkan kerja sama erat antara KPAD dan Dinas Pendidikan guna menghadirkan program edukasi yang menyentuh langsung para pelajar. Kolaborasi lintas lembaga ini dinilainya penting untuk mencegah pernikahan anak sejak dari ruang-ruang kelas.

    “Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan satu lembaga saja. Kita butuh pendekatan yang terintegrasi agar edukasi bisa masuk ke ruang-ruang kelas,” tutupnya. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.