Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong puskesmas lebih aktif mendatangi masyarakat untuk memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Strategi jemput bola dinilai diperlukan agar pemeriksaan kesehatan tidak hanya bergantung pada warga yang datang ke fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufidah mengatakan, capaian CKG berdasarkan evaluasi terakhir telah mencapai 27 persen dari target 30 persen.
“Alhamdulillah, setelah evaluasi terakhir, kita sudah mencapai 27 persen dari target 30 persen,” kata Ismi di DPRD Kukar, Selasa (29/9/2026).
Dengan sisa waktu tiga bulan hingga akhir tahun, Ismi meminta puskesmas tetap meningkatkan cakupan pemeriksaan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membawa layanan CKG lebih dekat kepada masyarakat.
Menurutnya, petugas kesehatan dapat mendatangi kantor, institusi, maupun lokasi lain yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk melakukan pemeriksaan.
“Tidak harus mereka menunggu datang ke Puskesmas. Teman-teman petugas bisa jemput bola ke kantor-kantor, ke institusi-institusi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.
Strategi tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang belum sempat mengakses layanan CKG di puskesmas.
Program CKG sendiri merupakan bagian dari upaya pemeriksaan kesehatan berdasarkan kelompok usia untuk membantu mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.
Namun, perluasan layanan tersebut masih menghadapi kendala. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan habis pakai dan reagen yang dibutuhkan dalam pemeriksaan.
Ismi mengatakan Dinkes Kukar tengah mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut melalui APBD Perubahan.
“Kita upayakan lagi di APBD Perubahan, kita mintakan lagi kekurangan reagen,” katanya.
Dinkes Kukar berharap penguatan pelayanan di puskesmas dan penerapan pola jemput bola dapat memperluas akses masyarakat sekaligus meningkatkan cakupan pemeriksaan CKG hingga akhir tahun. (HB/ADV)

