Halonusantara.id, Samarinda – Di tengah pesatnya perubahan zaman, peran organisasi kepemudaan menjadi krusial sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Komitmen ini nyata terlihat di Kalimantan Timur, di mana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara proaktif menggelar pelatihan peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan.
Langkah ini menjadi bukti konkret upaya pemerintah daerah dalam memberdayakan pemuda. Mereka berkumpul untuk menyerap ilmu, khususnya dalam tata kelola organisasi, pengembangan kepemimpinan, dan penguatan tim kerja. Materi-materi ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemuda di seluruh wilayah.
“Alhamdulillah hari ini banyak teman-teman yang bisa hadir, terutama perwakilan dari organisasi kepemudaan yang kita undang,” ujar Fahrian Nur, panitia pelaksana kegiatan.
Ia dengan nada optimistis mengungkapkan, meski sekitar 120 peserta sudah mengonfirmasi kehadiran sehari sebelumnya, panitia tetap membuka pintu registrasi lanjutan.
“Sebenarnya yang terkonfirmasi kemarin itu 120 orang, kita berharap ini kan masih ada yang datang ya untuk registrasi,” tuturnya, menunjukkan semangat inklusif
Pelatihan ini tak sekadar ceramah teori. Tujuannya adalah membekali pemuda dengan pengetahuan aplikatif agar mampu mengelola organisasi secara mandiri dan profesional.
Para peserta diajak memahami seluk-beluk penyusunan program kerja yang efektif, pengelolaan keuangan organisasi yang transparan, hingga seni membangun jejaring kemitraan dengan komunitas lain.
“Harapan kami kegiatan ini bisa berjalan lancar seperti yang kami harapkan, artinya teman-teman perwakilan organisasi ini dapat pengetahuan keterampilan tentang manajemen di organisasi, itu saja,” kata Fahrian, berharap
Peserta yang hadir berasal dari sekitar 20 hingga 25 organisasi kepemudaan di Samarinda. Mereka akan mengikuti serangkaian pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari.
Pendekatan ini melibatkan organisasi secara langsung menjadi strategi Dispora Kaltim untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan organisasi yang terstruktur dan terfokus pada pengembangan sosial.
Di akhir sesi, Fahrian menitipkan sebuah pesan penting. Ia berharap, semangat dan ilmu yang diperoleh tak berhenti di ruang pelatihan. Sebaliknya, pengetahuan itu harus disebarluaskan ke anggota komunitas masing-masing.
“Kami berharap karena yang hadir di sini perwakilan dari organisasi, mungkin dari anggota harapannya bisa mungkin setelah mengikuti kegiatan ini teman-teman yang mengikuti ini bisa mengajak lebih banyak lagi anak-anak muda di Kalimantan Timur khususnya untuk bergabung dalam organisasi,” tandasnya. (Sf/Adv/DISPORAKALTIM)

