Halonusantara.id, Samarinda – Penguatan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya terhadap organisasi penerima seperti Gerakan Pramuka.
Melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) perencanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban hibah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur inginkan tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan terstandar di tubuh Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kusuma, menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang tidak hanya sesuai aturan, tetapi juga mampu mencerminkan profesionalisme lembaga.
“Setiap rupiah dana hibah yang diterima harus direncanakan dan dipertanggungjawabkan dengan cara yang benar, berdasarkan regulasi dan prinsip keuangan daerah,” ujar Agus.
Ia menambahkan, kegiatan seperti bimtek ini merupakan salah satu bentuk penguatan kelembagaan dan komitmen untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap organisasi pemuda.
“Ini bagian dari membangun transparansi dan partisipasi, serta memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dan pemerintah daerah,” katanya.
Ketua Kwarda Kaltim, Fachruddin Djaprie, juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dalam penyusunan program kerja, serta administrasi yang rapi sebagai bentuk tanggung jawab organisasi kepada pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan tertib dan terencana. Dana hibah harus menjadi sarana untuk memperkuat gerakan, bukan menjadi beban,” tegasnya.
Kegiatan bimtek ini merupakan langkah konkrit dalam upaya memastikan dana hibah yang dikucurkan pemerintah benar-benar dimanfaatkan secara efektif untuk pembinaan generasi muda.
Dengan tata kelola yang lebih profesional, Kwarda Kaltim diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi pemimpin masa depan. (SF/ADV/DISPORAKALTIM)

