Halonusantara.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menggelar seleksi pertandingan olahraga tradisional tingkat provinsi, yang diikuti oleh delapan kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan menjaring atlet terbaik yang akan mewakili Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, A.A Bagus Surya Saputra Sugiarta, saat ditemui di lokasi kegiata.
“Dari total 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya 8 yang mengirimkan perwakilannya. Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Penajam Paser Utara (PPU) tidak mengirimkan atlet, meskipun kami sudah menunggu konfirmasi hingga tadi malam,” ujarnya.
Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa absennya dua daerah tersebut tidak mengurangi semangat seleksi. Dispora tetap menjalankan proses seleksi secara optimal dengan peserta yang hadir.
“Total ada sekitar 40 atlet yang ikut serta dalam seleksi ini. Mereka mengikuti tiga cabang olahraga tradisional, yakni gasing, sumpit, dan engrang,” jelas Bagus.
Setiap cabang olahraga diikuti oleh sekitar lima tim dari berbagai daerah. Namun, tidak semua peserta otomatis diberangkatkan ke tingkat nasional. Seleksi dilakukan untuk mencari yang terbaik di masing-masing cabang.
“Kalau kita berangkatkan semua, tidak ada fungsinya seleksi ini. Jadi prinsipnya, kami hanya akan membawa yang terbaik dari tiap kabupaten/kota sebagai wakil Kaltim di Potradnas,” tambahnya.
Bagus menjelaskan lebih lanjut bahwa satu cabang olahraga bisa terdiri dari beberapa atlet. Misalnya, untuk estafet engrang, bisa terdiri dari lima orang dalam satu tim. Untuk cabang sumpit, biasanya terdiri dari tiga orang per tim.
“Jadi kalau kita hitung, dari hasil seleksi ini akan terpilih sekitar 9 hingga 10 orang per cabang olahraga untuk dibawa ke tingkat nasional,” jelasnya.
Dengan diselenggarakannya seleksi ini, Dispora Kaltim berharap dapat menyaring atlet-atlet tradisional terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional serta menjaga eksistensi budaya olahraga tradisional di tengah generasi muda.(Sf/Adv/DISPORAKALTIM)

