Halonusantara.id, Samarinda – Menjrlang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan digelar di NTB dan NTT pada 2028, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menyatakan bahwa regenerasi atlet menjadi salah satu fokus utama. Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyatakan bahwa bergantung pada atlet senior saja tak cukup untuk membawa provinsi ini meraih prestasi puncak.
“Kalau mau bicara prestasi, pembinaan harus dimulai dari sekarang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan atlet-atlet senior. Regenerasi juga penting,” ujar Agus,(1/6/2025).
Menurutnya, persiapan menuju PON tidak bisa hanya sekadar mengejar medali. Yang lebih penting adalah membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terukur. Regenerasi menjadi kunci agar Kaltim tidak kekurangan talenta di masa depan.
Di tengah perubahan besar dalam tata kelola olahraga nasional, termasuk sistem pembinaan berbasis desentralisasi dan digitalisasi data atlet, Kalimantan Timur menganggap momentum ini sebagai peluang emas untuk memperkuat fondasi olahraga daerah.
Agus juga menyerukan agar seluruh elemen olahraga, mulai dari pemerintah daerah, KONI, hingga cabang olahraga (cabor), memperkuat kolaborasi. Hanya dengan sinergi yang solid, lanjutnya, program pembinaan bisa berjalan efektif dan melahirkan atlet yang kompetitif.
“Ini bukan kerja satu institusi saja. Semua harus nyambung: dari provinsi sampai kabupaten/kota. Kalau tidak, ya susah,” pungkas Agus.
PON 2028 yang untuk pertama kalinya digelar di dua provinsi dari kawasan timur Indonesia turut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi logistik dan adaptasi teknis.
Namun bagi Kaltim, justru inilah waktunya membuktikan bahwa daerah di luar Jawa pun bisa tampil mendominasi di panggung nasional. (Sf/Adv/DISPORAKALTIM)

