Halonusantara.id, Samarinda – Upaya menuju swasembada pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) kini semakin dimantapkan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan tahun 2026 sebagai tonggak kemandirian beras di wilayah ini, sejalan dengan visi nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan secara menyeluruh.
Target tersebut tak lepas dari komitmen Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kapasitas produksi pertanian, khususnya beras. Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah optimalisasi dan ekspansi lahan pertanian di seluruh kabupaten dan kota.
“Ini momentum besar bagi kita untuk membuktikan bahwa Kaltim mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan berasnya sendiri,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Rabu (16/7/25).
Ia menilai, perluasan lahan pertanian menjadi langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Pemerintah daerah pun diminta untuk tidak ragu memanfaatkan potensi lahan tidur serta memperkuat pola kolaborasi lintas sektor.
Seno Aji menambahkan, dukungan penuh dari Pemprov akan terus dikucurkan, baik dalam bentuk program pelatihan, penyediaan teknologi pertanian, hingga pendampingan teknis kepada para petani.
Tak hanya pemerintah, ia juga menyoroti pentingnya peran organisasi petani seperti KTNA dalam mendorong gerakan pertanian mandiri.
“Keterlibatan semua pihak, termasuk petani dan kelompok tani, harus ditingkatkan untuk mencapai hasil yang maksimal,” jelasnya.
Dengan sinergi dan kerja kolektif yang terjalin erat antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta masyarakat tani, Seno Aji optimistis Kaltim mampu menjawab tantangan swasembada pangan dan menjadi pelopor kemandirian beras di Kalimantan. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

