Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»DPRD Kukar Desak Pemerataan Anggaran, Loa Kulu Masih Tertinggal dalam Infrastruktur
    Advertorial

    DPRD Kukar Desak Pemerataan Anggaran, Loa Kulu Masih Tertinggal dalam Infrastruktur

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 22, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    RDP DPRD Kukar dengan APDESI terkait pemerataan pembangunan di Kecamatan Loa Kulu. (Ist)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kutai Kartanegara kembali menjadi sorotan. Kecamatan Loa Kulu disebut sebagai salah satu daerah yang masih jauh tertinggal, terutama dalam sektor infrastruktur jalan dan jembatan.

    Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kukar dan Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kecamatan Loa Kulu, Selasa (22/7/2025) di Ruang Rapat Banmus DPRD Kukar.

    Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani yang memimpin langsung rapat tersebut, didampingi Ketua Komisi IV Andi Faisal serta anggota komisi lainnya, menegaskan bahwa ketimpangan pembangunan tidak bisa lagi dibiarkan.

    “Loa Kulu adalah contoh nyata. Masih banyak jembatan semi permanen yang dilalui alat berat, padahal seharusnya sudah dipermanenkan. Ini menyangkut keselamatan,” kata Yani.

    Tak hanya jembatan, jalan penghubung antar desa juga memprihatinkan. Jalur dari Loh Sumber menuju Sungai Payang hingga ke Jembayan disebut rusak parah, becek, dan sulit dilalui. Bahkan beberapa titik seperti Jonggon hingga Margahayu mengalami kerusakan akibat longsor.

    Yani menilai, infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Aspirasi ini, katanya, berasal langsung dari Apdesi dan para kepala desa di Loa Kulu, termasuk camat setempat.

    “Dari hasil peninjauan kami, Loa Kulu memang kurang mendapat porsi anggaran yang layak dari APBD. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.

    Sebagai solusi, Yani mengusulkan adanya standar anggaran minimum untuk setiap kecamatan sebagai langkah awal pemerataan.

    “Kalau tiap kecamatan dapat alokasi Rp25 sampai Rp50 miliar per tahun, itu bisa mendorong keadilan pembangunan. Kecamatan yang selama ini mendapat anggaran besar bisa dikurangi, agar yang kecil seperti Loa Kulu bisa ditingkatkan,” jelasnya.

    Melalui forum RDP ini, DPRD Kukar menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan anggaran demi pembangunan yang lebih merata dan menyentuh desa-desa yang selama ini tertinggal. (Hf/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    TNI dan Pemkab Kukar Dorong Belanja Hemat lewat Bazar Murah

    September 22, 2026

    Tekan Stunting, Kukar Perkuat PMT Lokal hingga Layanan Dokter Spesialis

    September 22, 2026

    Dispora Kukar Minta Atlet Tak Abaikan Kesehatan Jelang Porprov di Paser

    September 22, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    Penguatan Peran Penghubung Komisi Yudisial Jadi Kunci Menjaga Integritas Hakim

    September 17, 20262,010 Views

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,909 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,135 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.